3 Kabupaten Lewati Batas Waktu – Ambon Ekspres
Trending

3 Kabupaten Lewati Batas Waktu

AMBON,AE— Hingga kemarin, anggaran Pilkada untuk kabupaten Seram Bagian Timur, Buru Selatan dan Maluku Barat Daya belum diteken pemerintah daerah masing-masing. Dampaknya, pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tiga kabupaten tersebut ditunda.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku Musa Toekan mengatakan, sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negri kepada gubernur, bupati dan walikota, harusnya penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dilakukan 18 Mei 2015. Namun, hingga kemarin, baru kabupaten Aru yang melakukannya.

“Aru kan sudah. Sementara Bursel, berdasarkan laporan terakhir, Rabu besok baru Nota Pergantian Hibah Daerah (NPHD)-nya ditanda tangani oleh pemerintah kabupaten dan KPU. SBT dan MBD, berdasarkan laporan juga belum,”ujar Toekan kepada Ambon Ekspres via seluler, Senin (18/5).

Padahal untuk SBT, kata Toekan, KPU provinsi Maluku telah meminta pemerintah daerah dan DPRD setempat untuk segera menandatangani NPHD Pilkada SBT. “Saat kami melakukan supervisi pembentukan PPK di SBT Senin lalu, sudah menghadap Bupati dan wakil ketua DPRD secara kelembagaan. Meminta kepada mereka untuk sesegera mungkin untuk ditanda tangani anggaran yang diusulkan oleh KPU,” ungkapnya.

BACA JUGA:  KPU, Kembalilah ke Jalan Yang Benar

KPU Provinsi juga telah meminta KPU kabupaten SBT, MBD dan Bursel untuk menunda pelantikan PPK. Pasalnya, bila sudah dilantik, anggaran untuk honorarium PPK juga harus dibayar.

“Akhirnya KPU Provinsi telah menyampaikan ke KPU SBT agar 5 orang PPK yang ditetapkan dalam pleno, tidak boleh dilantik. Sebab kalau dilantik, maka konsekuensinya anggaran harus jalan. Honor mereka kan harus dibayar andaikan sudah dilantik,” jelasnya.

Masih berdasar hasil konfirmasi, kata dia, kemungkinan penandatangan NPHD untuk Pilkada SBT dilakukan pada Jumat minggu ini. Sementara untuk MBD, belum dipastikan. Pasalnya, KPU Maluku dan MBD sedang putus komunikasi.

“Konfirmasi terakhir dari sekretaris KPU SBT bahwa kemungkinan besar Jumat minggu ini sudah bisa ditanda tangani. Untuk MBD, sedang putus komunikasi,”paparnya.

Kendati begitu, proses rekrutmen PPK sudah dilaksanakan. Pelaksanaannya memang terlambat, karena terdiri dari pulau-pulau. “Selain itu kondisi alam seperti gelombang tinggi juga menyebabkan terhambat komisioner untuk datang ke kecamatan-kecamatan kepualaun untuk melakukan tes,”cetus dia.

BACA JUGA:  KPU, Kembalilah ke Jalan Yang Benar

Sekedar tahu, anggaran Pilkada untuk Aru diusulkan sebanyak Rp17 miliar, namun yang ditetapkan Rp12 Miliar. Sementara Bursel diusulkan sebesar Rp13 Milyar, SBT Rp23 miliar dan MBD Rp15,3 miliar.
PPK Mulai Dibentuk

Sementara itu, proses rekrutmen PPK untuk tiga kabupaten, minus MBD telah selesai. Ketua KPU kabupaten Kepulauan Aru Victor Silaja mengatakan, secara kolektif 10 PPK telah dilantik 15 Mei lalu. kata dia, sekitar 98 persen dari total 50 anggota PPK adalah orang baru.

Tahapan berikutnya adalah menyeleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 117 desa/kelurahan, maupun membentuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Silaja menambakan, PPK mulai bekerja Juni pada tahapan verifikasi dokumen persyaratan bakal calon perseorangan. Olehnya itu, sosialisasi tentang ambang batas minimal dukungan telah dilakukan kemarin.

Komisioner KPU kabupaten Seram Bagian Timur Taib Wangsi mengatakan, proses rekrutmen anggota PPK 14 kecamatan telah dilakukan. Senin kemarin, hasil tes tertulis diperiksa dan selanjutnya KPU menyimpulkan hasil wawancara seluruh kecamatan dalam waktu dekat.

BACA JUGA:  KPU, Kembalilah ke Jalan Yang Benar

Dia menjelaskan, KPU menetapkan sebanyak 10 nama anggota PPK untuk satu kecamatan. Lainnya akan masuk daftar tunggu umtuk diangkat sebagai anggota PPK, jika terjadi Pergantian Antar Waktu (PAW).

Ketua KPU kabupaten Buru Selatan Said Sabi mengaku, sebanyak 30 anggota PPK dari 6 kecamatan telah ditetapkan. Dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan dan bimbingan teknis. “Semua sudah selesai. Kini menunggu pelantikan dan bimtek saja,”singkat Sabi saat dihubungi via telepon. (TAB)

Most Popular

To Top