150 ABK Datangi Disnakertrans Maluku – Ambon Ekspres
Amboina

150 ABK Datangi Disnakertrans Maluku

AMBON, AE.—Sebanyak 150 Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di PT Kristalin Dwilestari kembali mendatangani Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maluku. Mereka meminta pemerintah membantu menyelesaikan ha- k-hak mereka berupa pesangon, uang penghargaan dan kekurangan gaji, yang hingga saat ini tak kunjung diselesaikan oleh pihak perusahaan.

“Kami terpaksa kembali kesini (Kantor Disnakertrans) untuk meminta bantua pemerintah dalam menyelesaikan hak-hak kami yang belum dibayarkan oleh perusahaan sesuai dengan kesepakatan kerja kami,” singkat salah seorang ABK, yang tak mau menyebutkan namanya, Selasa (19/5).

Terkait hal tersebut, Kepala Disnakertrans Maluku, Ahdar Sopalatu mengatakan, pihaknya telah siap untuk membantu para ABK yang menuntut hak-hak mereka paska ijin berlayar sejumlah kapal milik Kristalin yang bergerak di bidang perikanan dicabut pemerintah beberapa waktu lalu.

“Kami siap dalam membantu mereka (ABK, red) untuk menyelesaikan hal itu. Karena itu merupakan tugas dan tanggungjawab kami, sehingga jika mereka meminta kami untuk turun tangan maka akan kami lakukan,” katanya.
Menurut dia, pihaknya telah melayangkan surat panggilan kepada pimpinan cabang perusahaan tersebut, untuk duduk bersama dalam menyelesaikan hak-hak dari ABK.

“Pagi tadi (kemarin, red) sudah kami layangkan panggilan kepada pihak perusahaan. Kami juga berharap pihak perusahaan segera memenuhi panggilan itu, sehingga masalah ini tidak terus berlarut-larut,” ujarnya.
Sopalatu mengaku, bukan pertama kali pihaknya memanggil pihak perusahaan yang bergerak dibidang perikanan itu untuk menyelesaikan hak-hak dari para ABK tersebut.

Pertemuan seperti itu sudah beberapa kali dilakukan dan pihak perusahaan sendiri sebelumnya telah bersedia untuk menyelesaikan hak-hak dari ABK, sesuai dengan kesepakatan maupun yang telah diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan. “Seharusnya hak-hak mereka itu sesuai dengan pertemuan sebelumnya diselesaikan pada 18 Mei 2015. Namun belum diselesaikan. Itu karena setiap perusahaan punya manejemen tersendiri dan kami tak bisa intervensi lebih jauh kesana,” jelasnya.

Yang pasti, kata Sopalatu, pihaknya akan terus berupaya sehingga para ABK itu mendapatkan hak-hak mereka sebagaimana yang telah diamanatkan dalam undang-undang.

Sebelumnya diberitakan koran ini, sebanyak 150 ABK yang bekerja diperusahaan mendatangi kantor perusahaan itu Mardika. Mereka menuntut pembayaran pesangon secara utuh, setelah ijin berlayar sejumlah kapal milik Kristalin yang bergerak di bidang perikanan dicabut.

Para ABK kapal perusahaan tersebut, mengaku sangat menyesali sikap perusahaan yang selama ini tidak membayar pesangon ABK. Pihak perusahaan hanya bersedia membayar pesangon ABK, sesuai dengan kapal terakhir yang mereka bekerja. (AHA)

Most Popular

To Top