46 Warga Myanmar Masih Ditahan – Ambon Ekspres
Trending

46 Warga Myanmar Masih Ditahan

Dobo, AE— Anak Buah Kapal asal Myanmar, Laos dan Kamboja yang ditampung selama sebulan akhirnya dipulangkan oleh pihak imigrasi bekerjasama dengan Kedutaan  masing-masing negara. Masih tersisa 46 orang Mynmar yang masih ditahan oleh kepolisian untuk kepentingan penyelidikan kasus dugaan perbudakaan.

“Sudah sekira 500-an ABK yang telah dipulangkan, mereka langsung dan dijemput dengan pesawat Myanmar di Jakarta,” ungkap salah satu petugas Imigrasi Klas II Tual. Selain itu, masih tersisa  46 orang Myanmar, mereka ditetapkan sebagai saksi korban dalam  kasus perbudakan yg ditangani kepolisian.

“Mereka mau kami pulangkan, tetapi pihak  kepolisian masih memerintahkan agar 46 orang Myanmar itu ditahan. Infonya mereka saksi korban yang sementara menjalani pemeriksaan oleh kepolisian,” kata petugas Imigrasi tersebut.

Lai Mi, salah satu warga Myanmar yang ditugaskan menjadi kordinator di lokasi penampungan PPN Dumar menginginkan, secepatnya pulang. ”Saya mau secepatnya pulang, tetapi saya harus membantu rekan-rekan disini,” kata Pria yang fase berbahasa Indonesia itu.

Salah satu warga Myanmar, saat ditemui di lokasi penampungan terlihat berjalan-jalan dengan menggantungkan sebuah sobekan karton supermie dilehernya dengan menuliskan keinginan untuk secepatnya balik ke Myanmar.

“Yang dia tulis itu, keinginannya untuk segera pulang  ke myanmar,” kata salah satu rekan kepada wartawan.
Sebelumnya, Yopi atau si algojo yang diduga sering menganiaya para WNA ini, telah diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Bareskrim. Sementara Herman Bos PT Pusaka Benjina Resources masih mendekam di balik jeruji besi Polres Aru menunggu proses hukum selanjutnya.

“Yopi dan Pak Herman telah diterbangkan ke Jakarta, infonya. itu perintah ibu menteri,” kata salah satu sumber di Mapolres Aru, siang kemarin. Kasat Reskrim, AKP. A.Rumsory ketika dikonfirmasi wartawan enggan memberikan keterangan lebih soal penanganan kasus tersebut. Dirinya menyarankan agar langsung mengkonfirmasi Kapolres Aru.

Hanya saja diakuinya ABK masih dalam  proses pemulangan dari Benjina tetapi belum mengetahui jumlah pasti.” Mereka akan dibawa ke Tual bergabung dgn ABK sebelumnya yang telah ada di penampungan PPN Dumar Tual,” ungkap Rumsory saat dikonfirmasi di Mapolres Aru.

Sekira pukul 19.00 sore kemarin  WIT ABK Myanmar berjumlah 204 orang dan 38 warga Kamboja  yang dibawa dari Benjina menggunakan kapal feri KMP. Lobster dari Pelabuhan Benjina, singgah di Pelabuhan Yos Soedarso untuk mengangkut  42 ABK Thailand yang sebelumnya ditampung di Mapolres Aru.

“Kami memberangkatkan 204 warga Myanmar, 38 warga kamboja dan 42 warga Thailand dengan mengunakan KMP. Lobster dikawal dengan KKP Hiu macan 03 dan Hiu Macan 04,” ungkap  kepala sub bidang penyidik Mabes Polri, Putra Wiratama malam tadi ketika melakukan proses pemulangan ABK di pelabuhan Yos Soedarso, Dobo.

Menurut Putra, ABK asing akan ditempatkan sementara di PPN Dumar Tual guna dilakukan pengadministrasian oleh Imigrasi Klas II Tual sebelum dipulangkan ke masing-masing negara.

Ditanya soal Sisa ABK, masih tersisa 600 ABK yang akan dipulangkan dari Benjina. “Mereka akan dipulangkan tetapi masih menunggu koordinasi dengan Kedutaan Thailand,” tuturnya.

Terkait masalah perbudakan yang ditangani kepolisian dengan melakukan penangkapan terhadap 4 buah kapal yang diduga melakukan perbudakan. “Untuk empat buah kapal yang ditangkap Polres Aru dan para taikong, telah ditahan untuk selanjutnya diproses hukum oleh Polres Aru dan khusus perbudakan akan ditangani Mabes Polri,” terangnya.
Kapolres Aru AKBP Harold Huwae  yang memimpin langsung keberangkatan ABK belum dapat memberikan keterangan. Para ABK

diberangkatkan sekira pukul 20.00 WIT dibawah pengawalan ketat aparat TNI dan personel Polres Aru.
(SAT)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!