Jaksa Didesak Serius Tangani Dugaan Korupsi Dinas Kesehatan Buru – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Jaksa Didesak Serius Tangani Dugaan Korupsi Dinas Kesehatan Buru

NAMLEA,AE—Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Namlea, Nelson Butar Butar bersama jajarannya dinilai tak serius mengusut dugaan kasus korupsi dana kesehatan bagi rakyat miskin yang disalurkan BPJS dalam bentuk dana Kapitasi FKTP kepada 10 puskemas di Kabupaten Buru.

Hal itu terungkap saat Solidaritas Alisansi  Mahasiswa Pemerhati Hukum kembali melakukan demonstrasi kedua kalinya di halaman kantor Kejari Namlea, Senin (18/5). Sebelum mendatangi kantor kejaksaan, pendemo sudah melakukan aksi di jalan raya. Mereka menuding dugaan potongan dana Kapitasi FKTP pada 10 puskemas di Kabupaten Buru.

Alisansi ini tidak gentar dengan laporan pencemaran nama baik dan fitnahan yang disampaikan Kepala Dinkes Buru, Syafarudin ke Polres Buru menyusul aksi demo 4 Mei lalu. Menurut mereka, laporan polisi dan pernyataan pers hanya akal-akalan guna menutup-nutupi dugaan kasus korupsi dana BPJS tersebut.

Setelah berorasi keliling jalan Kota Namlea, massa pendemo yang dipimpin La Ode Fenty dan Abeng Kaimudin menyambangi Kantor Dinas Kesehatan Buru. Walau hanya berada di luar pagar, silih berganti beberapa pendemo berorasi.

Mereka mengaku demo kali ini dilakukan dengan membawa beberapa bukti yang akan diserahkan ke pihak Polres Buru dan Kantor Kejari Namlea menyusul adanya dugaan penyalahgunaan pemotongan dana kesehatan bagi rakyat miskin tersebut.

Dari Kantor Dinas Kesehatan, pendemo kemudian menuju Mapolres Buru. Namun di sana mereka tidak dapat bertemu langsung dengan kapolres. Salah satu pendemo, Abeng Kaimudin berusaha melobi petugas agar dapat  bertemu dengan kapolres. Namun jawaban kapolres yang bersangkutan sedang rapat, sehingga bukti dokumen penyimpangan dana kapitasi itu hanya diserahkan kepada salah satu perwira polisi di depan pintu masuk pagar kantor Polres Buru.

Dari Mapolres Buru, pendemo kemudian menuju Kantor Kejari Namlea. Tetapi mereka kecewa berat, karena Kepala Kejari, Nelson Butar Butar yang sudah tahu maksud kedatangan pendemo memilih menghindar. Nampak Nelson sengaja meninggalkan kantor dengan mobil dinasnya bersamaan dengan para pendemo memasuki halaman kantor kejaksaan.

Selama berorasi di halaman kantor kejaksaan, para pendemo ini mempertanyakan ketidakseriusan Kajari Namlea dalam menangani dugaan kasus penyalahgunaan dana kesehatan bagi rakyat miskin tersebut.
Menurut La Ode Fenty dkk, masalah ini sudah dilaporkan kepada Kejari Namlea sejak Maret lalu. Kemudian disusul lagi dengan aksi demo tanggal 4 Mei lalu.

Tetapi sayangnya, setelah aksi demo tersebut, jaksa hanya berdiam diri dan tidak sedikitpun berbuat untuk memulai menyelidiki masalah tersebut. “Karena itu, kami kembali untuk membawa lagi bukti-bukti, dua alat bukti,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, pendemo juga memutar rekaman perdebatan mereka dengan Im Warhangan saat di Polres Buru, serta menelanjangi adanya potongan dana Kapitasi 20 persen di tingkat puskemas dengan dalih “dana kebersamaan 20 persen”. “Ini buktinya kalau ada potongan dana 20 persen di puskemas dengan alasan dana kebersamaan. Padahal di Permenkes maupun SK Bupati Buru tidak ada tercantum potongan dana 20 persen dana kebersamaan,” teriak salah satu pendemo

Setelah beroerasi sekian lama, akhirnya Kasie Datun dan Kasie Pidsus Kejari Namlea menemui para pendemo. Pendemo kemudian menyerahkan satu bendel ampol coklat yang berisi bukti dugaan potongan dana 20 persen tersebut.

Kasie Datun Kejari Namlea, Afifudin mengatakan, dirinya berjanji akan meneruskan bukti tersebut ke pimpinan mereka dalam hal ini Kepala Kejari Namlea. ‘’Nanti pimpinan yang memutuskan akan menerbitkan surat perintah penyelidikan atau tidak. Kami meminta waktu agar kejaksaan diberikan kesempatan untuk menangani masalah tersebut,’’ tutur dia.

Diketahui, dana kesehatan untuk rakyat miskin yang disalurkan dalam bentuk dana kapitasi FKTP disalurkan langsung kepada 10 puskemas di Kabupaten Buru itu terindikasi dugaan dikorupsi sebesar Rp1,8 miliar dari total dana yang telah disalurkan sebesar Rp 5,4 miliar.(DHE)

Most Popular

To Top