Pasar Tagalaya Tak Layak Digunakan – Ambon Ekspres
Amboina

Pasar Tagalaya Tak Layak Digunakan

AMBON, AE.—Komisi II DPRD Ambon sempat kaget saat melakukan peninjauan di Pasar Tagalaya Batu Gantung Ambon, Selasa (19/5). Kondisi pasar terlihat sangat berantakan dan tidak layak untuk digunakan.

Karena selain sepi pengunjung atau pembeli, bangunan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 3,9 miliar ini belum selesai pengerjaannya. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Ambon Christianto Laturiuw, kepada wartawan di DPRD Ambon usai melakukan kunjungan tersebut.

Dikatakan, Pasar Tagalaya sepi pembeli.’’Kita hampir 1,5 jam disana, hanya sekitar 5 hingga 6 pembeli yang ada. Jumlah pedagang juga sangat memprihatinkan. Katanya bangunannya sudah selesai, tetapi setelah dilihat ternyata belum selesai. Masih banyak yang belum dikerjakan. Kios banyak yang belum memiliki plafon, makanya pedagang takut kehilangan barang,” ungkap Laturiuw.

Tak sampai disitu, politisi Gerindra ini mengaku, walaupun lokasi pasar sepi dari pembeli, namun para pedagang diwajibkan membayar ratusan ribu rupiah untuk tiap kios yang ditempati. Dan masih sekitar 60 kios yang belum ditempati dan diperkirakan nantinya wajib membayar jika sudah ditempati.

“Jadi pembeli itu tidak ada tetapi pedagang diwajibkan bayar tiap bulan Rp 231 ribu.Baru sekitar belasan pedagang dan belum berfungsi dengan baik. Pasar Tagalaya ini, jika dilihat dari luar cukup bagus, tetapi ketika masuk, minta ampun berantakan,’’ tandasnya.

Menurut dia, salah satu dampak sepi pembeli di Pasar Tagalaya ini adalah karena jalur transportasi. Warga dari Kudamati dan sekitarnya lebih memilih ke Pasar Mardika atau Pasar Benteng. Namun dengan keadaan seperti ini, kata dia, seharusnya ketika para pedagang ditempatkan di lokasi tersebut, pemerintah harus bisa menuntun pembeli untuk bisa berkunjung ke pasar itu. Dengan demikian akan terjadi transaksi dan membawa pemasukan bagi para penjual.

“Kita akan panggil disperindag beserta kontraktornya untuk menjelaskan kepada kami terkait penyelesaian Pasar Tagalaya. Katanya masih ada penambahan sekitar Rp 500 juta untuk perbaikan pasar tersebut. Intinya, perlu dikaji kembali dulu tentang total anggaran yang sudah dikeluarkan. Apakah memang layak hasilnya seperti itu. Maka perlu diuji kembali,” terangnya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi II DPRD Ambon, Taha Abubakar. Menurut dia, Pasar Tagalaya memang tidak layak digunakan. Karena selain kekurangan pembeli dan kondisi bangunan yang memprihantikan, dari segi keamanan juga masih diragukan.

“Kalau dibilang pasar itu harus layak, artinya dari segi pengamanan untuk lokasi pasar masih meragukan. Bahkan, dinding sekat pemisah antara kios satu dan lainnya tidak menggunakan beton tetapi eksabor. Dan banyak yang sudah bolong-bolong. Ini berarti kenyaman dan keamanan pedagang belum terjamin,’’  bebernya.

Politisi PPP ini berharap, Pasar Tagalaya bisa terjamin dari sisi keamanan bagi para pedagang yang berjualan disitu. “Semoga bisa ditinjau kembali persoalan pasar ini, karena kita akan segera pertanyakan hal ini dalam evaluasi anggaran 2014 dan juga realisasi anggaran 2015. Banyak dari disperindag yang harus kita lihat bersama terkait kehidupan orang banyak,” pesannya. (ISL)

Most Popular

To Top