Tidak Baca Akan tertinggal 100 Tahun – Ambon Ekspres
GMGM

Tidak Baca Akan tertinggal 100 Tahun

Fofid: Membaca dan Menulis Satu Kesatuan

Membaca dan menulis merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Mengajak seseorang untuk membaca, berarti mengajak orangtersebut untuk menulis. Demikian ungkap salah satu jurnalis senior di Maluku, Rudi Fofid.
Jurnalis yang akrab disapa ‘Opa Rudi’ ini menyebut, rajin membaca akan menimbulkan hasrat seseorang untuk menulis.

Setidaknya orang tersebut memiliki wawasan untuk menulis.  “Membaca dan menulis itu satu kesatuan. Kalau anak atau siapapun rajin membaca, ada hasrat atau setidaknya wawasan untuk menulis. Jadi kalau kampenye membaca itu sekaligus kampanye menulis,” terangnya.

Untuk itu, dia mengapresiasi Gerakan Maluku Gemar Membaca yang dikampanyekan Koran Ambon Ekspres dan Pemerintah Provinsi Maluku. Karena hal tersebut sangat positif bagi pembangunan sumberdaya manusia (SDM) generasi muda Maluku.

Menurutnya, gaya hidup generasi muda sekarang haruslah membaca. Karena generasi muda yang tidak mebaca akan mengalami ketertinggalan pengetahuan sejarak 100 tahun.

‘’Sehingga kalau ada anak muda Maluku yang tidak gemar membaca atau mulai membaca, dia harus evaluasi diri. Gaya hidup anak mudah sekarang haruslah membaca. Kalau tidak, dia akan tertinggal 100 tahun,” ujarnya.

Baginya, tidak ada alasan bagi generasi muda untuk tidak gemar membaca. Karena media dan bahan bacaan sangat banyak, pilihan materi bacaanya juga beragam. “Dulu di rak kita hanya ada puluhan buku. Sekarang, di rak ril maupun virtual ada berjuta buku yang tidak bisa kita baca sekaligus,” ungkapnya.

Selain itu, membaca sangat positif. Karena membaca merupakan cara mandiri untuk belajar. “Dengan membaca, seseorang akan mendapat banyak hal, termasuk ilmu baru. Jadi belajar tidak hanya dilakukan dengan seorang guru, tapi belajar juga dapat dilakukan hanya dengan membaca,” pungkasnya. (ADI)

Most Popular

To Top