DPRD Bursel Pertanyakan Proyek PLTMH di Biloro – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

DPRD Bursel Pertanyakan Proyek PLTMH di Biloro

Kuras Dana Rp 2,8 Miliar

NAMROLE, AE—Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) milik Dinas  Energi dan Sumberdaya  Mineral Kabupaten Buru Selatan (Bursel) hingga saat ini belum tuntas dikerjakan.

Sementara anggaran yang disediakan  oleh pemerintah sebesar Rp 2,8 miliar itu sebagian besar sudah dicairkan untuk proyek pembangunan yang dipusatkan di Desa Biloro, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Informasi yang diperoleh koran ini, akibat belum diselesaikannnya pekerjaan tersebut, aparat penegak hukum sudah bergerak untuk menyelidiki pekerjaan proyek dimaksud.  Bahkan tim dari DPRD juga sudah turun untuk mengecek langsung proyek yang dibiayai APBD tahun 2014 itu.

Dalam rekomendasi yang dikeluarkan  DPRD  terhadap laporan keterangan pertanggungjawab bupati tahun 2014,  DPRD merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk memerintahkan kepala Dinas ESDM Ir Imran Mahmud untuk mengambil langkah tegas terhadap kontraktor pelaksana agar pekerjaan pembangunan PLTMH  segera dituntaskan. Pasalnya, realisasi keuangan tidak sesuai dengan realiasi fisik dan masih terdapat sisa pekerjaan  yang belum diselesaikan.

Imran Mahmud yang dikonfirmasi koran ini terkait dengan persoalan dimaksud mengatakan, proyek tersebut sudah sesuai dengan rencana yang dibuat. Dia mengaku, sejumlah item pekerjaan telah dilakukan pihak kontraktor yang menangani pekerjaan tersebut. “Jadi proyek itu berjalan sesuai dengan rencana yang ada. Saat ini yang sementara ditunggu adalah turbin yang merupakan bagian dari proyek tersebut,’’ ungkap dia.

Pimpinan proyek, Hamis Bone yang dikonfirmasi  mengatakan, proyek PLTMH  milik Dinas ESDM  yang dikerjakan di Desa Biloro, anggarannya sebesar Rp 2.483.946.000. Dari jumlah tersebut, anggaran yang baru dicairkan Rp 1.117.000.000 untuk pekerjaan pembangunan bendungan, saluran drainase serta bak penenang.

Proyek ini untuk menyupali aliran listrik yang diperkirakan memiliki daya 37 KW yang bisa menerangi seluruh rumah milik masyarakat yang ada di Desa Biloro, Kecamatan Kepala Madan. Saya yakin proyek ini akan selesai dan bisa menerangi semua rumah milik masyarakat yang ada di kecamatan tersebut,” ungkap Bone.

Menurut dia, proyek PLTMH dikerjakan pada Oktober 2014 dengan waktu kerja tiga bulan. Hanya saja, kata dia, hingga akhir Desember pekerjaan belum juga selesai. Akibat belum diselesaikan pekerjaan itu, pihak kontraktor akhirnya mengajukan adendum. Hingga saat ini pekerjaan pembangunan PLTMH itu sudah hampir rampung.

‘’Anggarannya  masih tersisa Rp 1,3 miliar lebih dan belum dicairkan. Pencairan bisa dilakukan bila pekerjaan sudah selesai dilapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Hairul Syukur, kontraktor yang menangani pekerjaan itu saat dikonfirmasi mengatakan, proyek pembangunan PLTMH di Desa Biloro tidak bermasalah. Bahkan saat ini proyek tersebut sudah selesai dikerjakan.

“Jadi proyek PLTMH   yang saya kerjakan itu tidak ada masalah dan saat ini sudah tuntas dikerjakan,” tegasnya.
Dia mengaku, item pekerjaan yang dilakukan adalah pembangunan bendungan, saluran air serta bak penenang. ‘’Itu pekerjaan fisik yang saya lakukan dan semuanya sudah selesai,’’ tegasnya.(ESI)

Most Popular

To Top