Ekonomi Maluku Berada di Posisi Stabil – Ambon Ekspres
Amboina

Ekonomi Maluku Berada di Posisi Stabil

AMBON, AE.—Ditengah perlambatan ekonomi global dan nasional, pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwilan I-2015 cukup stabil, meskipun sedikit terlambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara umum, stabiltas makro ekonomi Provinsi Maluku masih tetap terjaga. Disisi lain, realisasi inflasi Maluku selama triwulan I 2015 mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) bersama dengan pemangku kepentingan lainnya akan terus berkoordinasi dan memonitor berbagai perkembangan, baik perkembangan ekonomi maupun pencapaian inflasi agar perekonomian Maluku ke depan berjalan dengan sehat dan berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi Maluku triwulan I-2015 tercatat 4,08 persen (y.o.y), sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya sebesar 4,11 persen (y.o.y). Melemahnya pertumbuhan ekonomi Maluku pada periode sejalan dengan berbagai indikator yang dipantau oleh BI dalam beberapa bulan terakhir, ”jelas Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku Wuryanto kepada wartawan, di Ambon, kemarin.

Ditambahkan, pelemahan pertumbuhan ekonomi Maluku triwulan I ini, terutama didorong oleh melemahnya beberapa komponen permintaan domestiK, seperti konsumsi lembaga nonprofit dan investasi pada sektor bangunan.

Meski demikian, perekonomi Maluku tetap tumbuh cukup baik yang disebabkan oleh tingginya konsumsi rumah tangga selama periode triwulan I-2015.

Wuryanto memaparkan, dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Maluku ditopang oleh meningkatnya kinerja sector perdagangan besar dan eceran, administrasi pemerintah dan jasa keuangan.
Sementara itu, kondisi cuaca yang buruk serta dampak dari regulasi baru di bidang perikanan turut memperlambat pertumbuhan ekonomi Maluku, khususnya di sektor pertanian.

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Maluku didorong oleh tingginya konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah yang turut menahan perlambatan perekonomian Maluku pada triwulan laporan.
Selain itu, tekanan inflasi Maluku pada akhir triwulan I-2015 meningkat. Inflasi tahunan Maluku tercatat sebesar 9,07 persen (y.o.y) meningkat dibanding triwulan sebelumnya sebesar 7,19 persen (y.o.y).

Meningkatnya laju inflasi Maluku ini disebabkan oleh kenaikan konsumsi rumah tangga ditengah berkurangnya ketersediaan bahan makanan, khususnya beras dan ikan segar.

“Sementara itu, kebijakan pemerintah dalam penyesuaian harga BBM bersubsidi akibat penerapan kebijakan fixed subsidy pada bulan November 2014 turut memberikan passthrough-effect terhadap meningkatnya tariff angkutan dan laju harga barang di Maluku,”paparnya.

Kedepan, perekonomian Maluku triwulan II-2015 diperkirakan akan meningkat pada rentang 5,0-6,0 persen (y.o.y) sejalan dengan masuknya periode masa panen serta meningkatnya konsumsi seiring dengan adanya hari besar keagamaan, khususnya Ramadhan, maupun penyelenggaraan kegiatan skala nasional.

Meningkatnya kinerja investasi sebagai kelanjutan pembangunan proyek swasta dan pemerintah juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan II-2015.

Sedangkan untuk  laju inflasi pada triwulan II-2015 diprakirakan berada pada rentang 8,0-9,0 persen (y.o.y). Risiko yang dapat memicu terjadinya inflasi pada triwulan II-2015 berasal dari ketidakstabilan nilai tukar dan kebijakan pemerintah terkait dengan tariff listrik.

Begitu juga dengan angkutan umum dan angkutan udara, masuknya periode Bulan Ramadhan serta faktor musiman berupa cuaca yang masih kurang bersahabat seiring dengan masuknya periode angin timur. (IWU)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!