Kenakalan Distributor Beras di Masohi Terkuak – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Kenakalan Distributor Beras di Masohi Terkuak

Masohi, AE.—Indikasi kenakalan distributor besar lokal di Kabupaten Maluku Tengah kian mencurigakan. Kalau sebelumnya permainan takaran  beras berhasil ditertibkan pemeirntah kabupaten setempat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kali ini mereka membatasi stok beras

Untuk didistribusi ke pusat-pusat penjualan.  Diduga kuat aksi ini sengaja dilakukan untuk menaikan kembali harga jual beras di pasaran. “Stok beras yang kita terima saat ini sudah dibatasi. Kita tidak lagi menerima beras dalam jumlah besar seperti biasa,” ungkap salah satu pemilk toko sembako di bilangan Waipo, Desa Haruru, Kecamatan Amahai,  kepada Koran ini.

Dikatakan, kekurangan stok beras lokal  tentu mempengaruhi terjaminnya kebutuhan beras di masyarakat.  Apalagi, distiribusi beras  dari luar Maluku mulai mengalami gangguan, karena berbagai kendala teknis akhir-akhir ini. “Stok beras lokal seharusnya bisa menjaga keseimbangan kebutuhan beras masyarkat. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa karena stok  beras lokal kita sudah dibatasi,” tandasnya.

Pedagang beras ini berharap,  adanya pengawasan ekstra dilakukan pemerintah melalui instansi teknis demi memastikan terjaminnya kebutuhan beras masyarakat dari segi  jumlah dan kualitas. “Cuaca biasanya berpengaruh pada suplai beras dari luar Maluku. Bila stok beras lokal tidak terjamin suplainya, pastinya, akan terjadi spekulasi harga jual beras lokal. Ini efek yang tidak bisa dihindari nantinya,” tandasnya mengingatkan.

Indikasi kenakalan ini tidak sampai disitu, beberapa distributor beras lokal yang dilego ke pasar rata-rata dimanipulasi. Dicampur dengan beras kualitas rendah agar bisa meraup  keuntungan berlipat. “Hampir semua semua beras Anggur yang dijual di Masohi dan sekitarnya bukan lagi beras murni asal Kobisonta.

Beras – beras itu sudah dicampur dengan beras Bulog bahkan ada yang mencapurnya dengan  beras Raskin,” ungkap salah satu petani lokal Kobisonta kepada Koran ini.

Biasanya beras kualitas baik malah dijual ke luar Pulau Seram, bahkan ke luar Maluku, bahkan kemasan karung beras anggur juga dijual  bebas. Ini yang harus diperhatikan oleh  pemerintah dalam melakukan pengawasan,” ingatnya. (MYX)

Most Popular

To Top