Pelaksanaan MTQ SBB Dinilai Memuaskan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Pelaksanaan MTQ SBB Dinilai Memuaskan

Even pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi Maluku XXVI di SBB berlangsung sukses dan lancar. Meski memasuki pertengahan lomba yang direncanakan ditutup pada 23 Mei 2015, sejumlah kesan dan pesan dari kafilah tamu juga beragam.

Sejumlah tim kafilah dari berbagai daerah menilai MTQ di SBB cukup spektakuler dan sederhana, meskipun masih terdapat berbagai kendala. Masyarakat SBB khususnya di kota Piru dan sejumlah lokasi lomba juga sangat antusias dengan gelaran even sekali dua tahun ini. Namun di balik itu, beberapa kekurangan dari sisi pelayanan juga jadi catatan kecil bagi panitia.

“Kami salut dengan masyarakat SBB yang sangat antusias mengikuti even MTQ provinsi, penyelenggaraan di Kota Piru sangat spektakuler, meskipun mayoritas dari non muslim, tetapi kebersamaan tetap terjaga dengan baik,” ujar Abidin Wakano salah satu dewan hakim yang ditemui koran ini beberapa waktu lalu di lokasi mess Pemda SBB.

Dia mengatakan, antusias masyarakat SBB menyemarakkan MTQ kali ini, terlihat saat pawai ta’aruf yang digelar sebelum pembukaan MTQ. Meski dalam kondisi panasnya terik matahari masyarakat tetap antusias mengikuti even akbar ini.

Secara pelayanan, kata dia,  dari panitia MTQ dinilai sudah cukup memuaskan, dari sisi fasilitas kafila dan dewan hakim masih terdapat kekurangan, namun mereka tetap menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Namun masih terdapat beberapa kekurangan, seperti jadwal pertandingan yang kadang masih banyak yang tidak tepat waktu.

“Panitia kadang masih ada yang molor waktu untuk pelaksanaan lomba, misalnya mulai pukul 10.00 WIT akhirnya bisa mulai pukul 11.35 WIT. Hal ini juga harus jadi perhatian, kita juga tersita waktu dengan menunggu,” ungkap Jafar Rumaday kafila asal kota Ambon.

Dijelaskan, sementara dari pelayanan khusus untuk lomba yang menggunakan vokal, seperti tilawah ini setidaknya bisa memberikan menu-menu makanan spesial bagi peserta. Misalnya menu yang bergizi dan lainnya. Sedangkan beberapa layanan untuk transportasi agar lebih diperlancar lagi dari antar-jemput ke tempat lomba dan penginapan.

“Untuk MTQ di SBB, jarang lokasi dan penginapan masing-masing jaraknya sangat berjauhan, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian LPTQ untuk kedepannya bisa lebih jeli menetapkan satu daerah sebagai tuan rumah,” tuturnya.
(CR1)

Most Popular

To Top