Petani Mulai Seriusi Profesi Aslinya – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Petani Mulai Seriusi Profesi Aslinya

Keberadaan tambang emas di gunung Botak, Kabupaten Buru sempat menghebohkan sebagian besar masyarakat di nusantara ini. Para penambang dari berbagai daerah datang ke Pulau  Buru untuk mendulang emas. Bahkan, warga Buru yang profesinya sebagai petani sawah pun beralih menjadi penambang dadakan.

Beralihnya profesi petani sebagai penambang emas membuat produksi beras Kabupaten Buru menurun drastis. Untunglah Pemerintah Kabupaten Buru serius terhadap hal ini sehingga perlahan para petani kembali diajak untuk terjunkan ke sawah.

Dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan pertanian Buru juga menjadi faktor penting bagi petani untuk kembali menekuni profesi aslinya. Apalagi Kabupaten Buru telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai salah satu lumbung pangan nasional, saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dan, pada Mei lalu Presiden  Joko Widodo kembali memberikan suport dengan melakukan kegiatan penanaman padi di Buru.

Kehadiran Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri, diantaranya Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menambah semangat petani Buru untuk meningkatkan produksi beras.

Hal ini dibuktikan dengan pengolahan lahan sawah secara besar-besaran oleh petani saat ini. Bahkan kalau sebelumnya masih terlihat hamparan lahan yang tidak diolah dengan berbagai alasan, sekarang kawasan petanian yang ada di dataran Waeapo telah digarap.

Beberapa waktu lalu koran ini sempat melihat secara langsung katifitas para petani yang sementara melakukan kegiatan penanaman padi. Lahan yang baru saja dilakukan panen raya oleh Menteri Pertanian pada April lalu, sekarang sudah kembali di olah petani, bahkan ada yang sudah dilakukan penanaman kembali.

Salah satu petani, Kirman yang ditemui disela-sela kegiatan penanaman beberapa waktu lalu mengaku, para petani saat ini sudah tidak lagi tergiur dengan kemilau emas di gunung Botak.
Begitu juga, lanjut dia, dengan isu pencemaran lingkungan akibat limbah tambang emas. “Petani tidak lagi percaya dengan isu-isu, terbukti pemerintah semakin  serius perhatikan pertanian disini,” ujarnya.

Ia mengaku, saat ini di bantaran sungai atau disekitar areal areal persawahan sudah tidak ada lagi kegiatan pengolahan material emas seperti dua tahun lalu. “Proses pengairan sekarang sudah sangat bersih dari kegiatan pengolahan emas, jadi kita sudah tidak khawatir lagi dengan pencemaran,” tandasnya.

Para petani sekarang, kata dia, memiliki semangat besar untuk membantu program Pemerintah Kabupaten Buru menjadikan kabupaten yang berhasil swasembada beras. “Menjadi kebanggaan tersendiri bagi para petani saat dikunjungi Presiden serta Menteri Pertanian. Dalam waktu dua pekan Menteri Pertanian mengunjungi Buru sebanyak tiga kali. Menteri memberi semangat dan wejangan untuk para petani agar tidak malas-malasan bekerja,” terangnya.

Sementara sebelumnya, Bupati Buru Ramly Umasugi mengaku, akan berupaya mencari bibit padi yang satu kali tanam tapi tiga kali panen. Dirinya juga akan lebih memperhatikan pertanian mulai dari penanaman sampai panen, dengan harapan kualitas beras Buru akan semakin baik lagi dan bisa bersaing dengan beras-beras dari luar Pulau Buru. (CR8)

Most Popular

To Top