PU Akan Buat Jembatan Bailey di Ahuru – Ambon Ekspres
Amboina

PU Akan Buat Jembatan Bailey di Ahuru

AMBON, AE.—Kepala Seksi Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maluku, Donny Sihasale menegaskan, Jembatan utama yang menghubungkan antara Air Besar (Arbes) dan Ahuru Kecamatan Sirimau Ambon (samping Gereja Petra) akan segera dikerjakan. Jembatan yang telah ambruk ini, secepatnya akan digantikan dengan Jembatan Bailey (jembatan rangka) menggunakan pelat baja sebagai jembatan darurat.

Untuk kemudian menunggu, proses pengerjaan jembatan permanen dari besi beton. “Jembatan ini memang sudah sangat lama. Dan menurut keterangan TNI BKO yang bertugas di pos sekitar Ahuru bahwa sebelum runtuhnya jembatan ini, ada alat berat yang melintas atas jembatan. Namun setelah selesai melewati jembatan, baru tiba-tiba jembatan tersebut mengalami penurunan sekitar 1,5 meter. Maka putus sudah arus lalu lintas,” ungkap Sihasale kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Jumat (22/5).

Dikatakan, dengan rusaknya jembatan ini maka PU Maluku perlu mengadakan pembangunan jembatan darurat demi kelancaran arus lalu lintas. Perlu waktu hingga satu minggu untuk proses pengerjaan jembatan darurat.
Sementara untuk pembangunan jembatan permanen menggantikan jembatan yang ambruk, Sihasale mengaku, dalam waktu dekat akan dilakukan. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,7 miliar.

“Dalam waktu dekat, memang kita akan bangun jembatan parmanen. Kita akan laporkan ke Gubernur Maluku terkait kondisi jembatan yang termasuk bencana. Lalu kita mulai pembangunan baru sekitar Rp 1,7 miliar. Karena mungkin bentangan akan diperpanjang sedikit. Kita akan ukur dan akan diperlebar. Kira-kira sesuai lebar arus lalu lintas itu enam meter. Dan juga akan ditambah dengan trotoar disamping kanan dan kiri jembatan,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini tim dari PU sudah melakukan cek ke lokasi untuk nantinya akan dilaporkan ke Balai Sungai dan meminjam bantuan rangka jembatan. “Karena banyak pipa dan kabel pada jembatan tersebut, maka perlu ada koordinasi dengan instansi terkait untuk bisa dipindahkan dulu. Dan kita akan buat jembatan darurat sekitar 15 meter.

Pangkalan ojek sekitar sementara akan kita pindahkan. Dan bila perlu kita akan melakukan penebangan pohon agar tidak menghalangi proses pengerjaan jembatan darurat maupun permanen nantinya,” tandas dia.
Sihasale menambahkan, untuk proses pengerjaan jembatan permanen, saat ini masih menunggu kontraktor untuk proses pengerjaan. Karena dengan keterbatasan anggaran memerlukan ketersediaan kontraktor untuk melakukan proses pengerjaan terlebih dahulu sambil menunggu pencairan anggaran dari pemerintah.

“Kalau prosesnya sekarang, mungkin Desember 2015 bisa selesai dan awal tahun sudah bisa digunakan. Namun sementara ini, kita masih mencari kontraktor untuk dikerjakan dulu. Karena belum ada dana. Jika mereka bersedia bisa menggunakan dana pribadi dulu. Kalau kita mau menunggu hingga anggaran itu keluar, kira-kira tahun depan,” terangnya. (ISL)

Most Popular

To Top