Dua Bom Guncang Perbatasan Kabauw-Rohomoni – Ambon Ekspres
Trending

Dua Bom Guncang Perbatasan Kabauw-Rohomoni

Satu Terkena Tembakan

AMBON,AE— Bentrok kembali pecah di Kabupaten Maluku Tengah. Dua desa bertetangga, Kabauw dan Rohomoni, Kecamatan Pulau Haruku terlibat baku hantam. Sedikitnya dua bom meledak di perbatasan dua desa tersebut. Sampai tadi malam dilaporkan, satu korban kini dirawat di Rumah Sakit, Al-Fatah, Ambon.

Korban, adalah Ismail Wasahua (28), menderita luka pada bagian paha akibat terkena tembakan peluru. “Luka di bagian paha dengan panjang luka sekitar 15 cm dan lebar luka sekitar cm. saat ini kondisi korban sudah membaik. Korban terkena serpihan peluru,”jelas sumber.

Peristiwa ini terjadi sekira pukul 16.00 Wit, sore kemarin, setelah adu mulut beberapa warga dua desa berbeda itu.  Entah siapa yang memulai, disaat bersamaan terdengar adanya ledakan bom sebanyak dua kali diperbatasan kedua desa. Bunyi ledakan ini memantik kosentrasi massa yang berakibat pada aksi saling serang dengan benda tumpul maupun senjata tajam.

Aksi saling serang dua kelompok warga itu tak berlangsung lama, setelah aparat kepolisian dari Polsek Haruku, yang dibantu Satgas BKO dari Yon Armed 13/ nanggal, tiba di perbatasan untuk menghalau kosentrasi massa.

Wakapolres Pulau Ambon dan Pp.Lease, Komisaris Polisi Hendrik Eka Bahalwan, ketika dikonfirmasi koran ini, Minggu sore kemarin, mengungkapkan peristiwa itu berawal dari pertengakaran mulut antara warga diperbatasan, kedua desa tersebut, sehingga terjadi kosentrasi massa, dan akhirnya saling serang.

Tak mau membiarkan konflik itu berkepanjangan dan berdampak besar, lanjut Hendrik pihaknya langsung mengirimkan personil tambahan untuk membantu pengamanan di perbatasan kedua desa tersebut.

”Sesaat setalah aksi itu terjadi anggota BKO-Polsek Haruku di arahkan ke TKP dan membubarkan massa, untuk mengantisipasi tidak terjadi bentrokan susulan, 60 personil sudah dikirim kesana dan untuk mempertebal wilayah perbatasan, antara desa Kabau-Rohomoni, ditambah dengan BKO disana,” katanya.

Sampai saat ini, mantan Kabag operasional Polres Pulau Buru itu belum  mendapatkan informasi, adanya korban jiwa atas kejadiaan tersebut. Mereka hingga kini sementara fokus untuk pengamanan di perbatasan kedua desa. ”Kami belum terima ada informasi korban jiwa, antisipasi yang penting kita meminimalisir diperbatasan ya, sehingga tidak terjadi gangguan kamtibmas horizontal lagi,” tandasnya.

Sementara itu informasi lain yang diterima Ambon Ekspres malam tadi, akibat dari insiden tersebut, salah satu warga sementara mendapat perawatan medis di RSU Al Fatah Ambon. “Ada satu korban tetapi belum tau itu dari warga desa mana. Dia luka karena serpihan bom ataukah apa,” singkat sumber. Soal korban sendiri Hendrik belum bisa memberikan komentarnya.

Kendati demikian disinggung soal motif utama yang menjadi pemicu konflik tersebut, Bahalwan menambahkan adanya pembacokan beberapa hari lalu terhadap warga salah desa pada 15 Mei lalu. Namun dirinya, belum bisa memastikan apakah itu menjadi sebagai pemicu utama.

Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan mediasi untuk mendamaikan kedua kelompok masyarakat. Bukan saja hal itu, pihaknya telah melakukan penyekatan di kawasan Desa Tulehu, sehingga insiden di Haruku tidak membias.
“Pengmanan dipimpin langsung kapolres, namun sementara masih melakukan penyekatan di Tulehu.

Jadi pasukan terbagi dua. Penyekatan itu untuk mengantisipasi kejadian ini membesar. Untuk langkah antisipasi jangan sampai merembet ke-Kota Ambon, kita lakukan patroli secara intensif, pada kantong-kantong dimana warga kedua desa ini tinggal,” terangnya. (AHA/ERM)

Most Popular

To Top