GMGM Jangan Sebatas Seremonial! – Ambon Ekspres
Pendidikan

GMGM Jangan Sebatas Seremonial!

Sistim pendidikan mengharuskan siswa untuk membaca. Tapi metode yang diterapkan untuk mendukung hal tersebut tidak diterapkan di Indonesia. Demikian ungkap Pembantu Rektor (PR) IV Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Prof. Dr. J. W. Mosse.

Untuk itu, katanya, Gerakan Maluku Gemar Membaca (GMGM) yang digagasa Koran Ambon Ekspres dan Pemerintah Provinsi Maluku tersebut sangat positif untuk mendorong minat baca siswa dan masyarakat. “Ini (GMGM) bagus untuk menjadikan membaca dikalangan masyarakat Maluku sebagai suatu kebiasaan,” ujar Mosse.
Hanya saja, katanya, program tersebut jangan dijalankan sebatas seremonial atau ikon semata.

“GMGM jangan hanya dijadikan simbol, tapi bagaimana menindaklanjutinya dengan gerakan yang lebih nyata,” ujarnya.

Seharusnya Dinas Pendidikan Kabupaten/kota dan Provinsi Maluku menindaklanjuti program GMGM dengan sebuah langkah yang lebih kongkrit untuk menumbuhkan minat baca dikalangan siswa dan mahasiswa.

Misalnya, kata Mosse, dengan menciptakan metode pendidikan yang membiasakan siswa dan mahasiswa untuk membaca. “Metode pendidikan kita yang harus dibuat kearah mengajak siswa dan mahasiswa untuk membaca,” terangnya.

Di sekolah, lanjutnya, tidak ada metode yang luwes untuk memaksakan siswa untuk membaca. Hal tersebut membuat siswa menjadi malas membaca. Padahal membaca harus dijadikan kebiasaan formal atau tidak formal yang harus dilakukan di sekolah, sehingga siswa dapat terbiasa untuk membaca.

“Guru tidak pernah memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada siswa untuk membaca. seharusnya guru memberikan bahan bacaan kepada siswa untuk dibaca di rumah, bacaan apa saja. Setelah itu, besoknya siswa diminta menceritakan itu kembali. Itu yang tidak pernah ada di pendidikan kita,” ungkapnya.

Menurut dia, membaca merupakan hal yang paling penting dilakukan oleh siswa, bahkan seluruh masyarakat. Dengan membaca kita dapat mengetahui berbagai perkembangan dunia.

Hasil membaca berbeda dengan hasil mendengar. Dengan membaca seseorang dapat menangkap maksud dari tulisan dengan baik dan refresentatif. Sehingga akan berguna baginya untuk melakukan berbagai inovasi bagi pengembangan dirinya. Sedangkan kalau mendengar, ada hal-hal penting yang bisa terlewatkan.

“Pengetahuan yang di dapat dari hasil membaca akan mengendap dalam memori. Sedangkan mendengar biasanya bisa dilupakan,” pungkasnya. (ADI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!