Perlu Antisipasi Beredarnya Kosmetik via Online – Ambon Ekspres
Amboina

Perlu Antisipasi Beredarnya Kosmetik via Online

Toisutta : BPOM dan Dinas Kesehatan Harus Awasi

AMBON, AE.—Maraknya kosmetik kecantikan khususnya bagi wanita, yang dijual bebas lewat media sosial atau situs online perlu mendapat pengawasan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta Dinas Kesehatan Kota Ambon. Pasalnya, banyak kosmetik yang dipasarkan kepada konsumen di Kota Ambon dari Pulau Jawa dan sekitarnya belum seluruhnya memiliki izin resmi.

“Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Tergantung konsumen. Kalau dia jeli dalam melihat iklan yang ditawarkan via online. Karena kita lihat selama ini kan iklan yang ditawarkan hanya yang bagus. Artinya hasil yang didapatkan setelah pemakaian tanpa merinci dengan jelas. Apakah yang terkandung dalam kosmetik ini dan kegunaannya untuk apa.

Dan apakah memiliki kandungan yang berbahaya dan memiliki izin ataukah tidak,” tanya anggota Komisi III DPRD Ambon, Ely Toisutta ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, Minggu (24/5).

Salah satu srikandi Komisi III ini mengaku, selama ini penjualan kosmetik lewat jejaring sosial jarang mencantumkan izin resmi dari BPOM maupun dari Dinas Kesehatan setempat dalam melakukan promosi.

Kebanyakan hanya mencantumkan terkait keberhasilan atau akhir dari pemakaian kosmetik tersebut. Sementara untuk efek samping maupun iritasi yang bisa disebabkan ketika saat mengkonsumsi atau menggunakan kosmetik tidak disertakan. “Ini berarti tergantung konsumen. Apakah dia jeli dalam melihat produk atau tidak.

Perlu ada pemahaman untuk tidak terpengaruh begitu saja lewat promosi yang ditampilkan. Apalagi ini menyangkut kesehatan wajah atau tubuh. Jadi kita tidak boleh terpengaruh dengan hal itu. Perlu dilihat lebih jeli sebagai konsumen yang baik. Batas kadaluarsanya kapan. Apakah dikeluarkan atau disahkan BPOM dan Dinas Kesehatan setempat atau tidak,” terangnya.

Politisi Golkar ini menilai, perlu ada fungsi pengawasan dari BPOM dan Dinas Kesehatan Kota Ambon untuk bisa memastikan produk yang dipasarkan di situs jejaring sosial ini layak digunakan. Karena banyak cara yang bisa digunakan oknum-oknum yang sengaja mencari keuntungan untuk bisa mengelabui pemerintah.

“Jangankan kosmetik. Hal-hal lain yang lebih spesifik bisa dipalsukan. Ini sebenarnya peran pemerintah yang perlu dipertanyakan. Sejauh mana pengawasan mereka terhadap penjualan kosmetik yang berbau online. Apakah meliki izin atau tidak. Karena ini sudah terang-terangan, tinggal melihat apakah ada oknum yang bermain atau tidak, tergantung keseriusan dari pemerintah. Ini menyangkut kepentingan orang banyak,” ingatnya.

Terpisah, anggota Komisi II DPRD Ambon Julianan Pattpeilohy menambahkan, sudah waktunya pemerintah lewat dinas terkait untuk bisa lebih memperhatikan produk-produk yang dijual bebas lewat dunia maya.

Karena sesuai perkembangan zaman, sambung dia, banyak para ibu bahkan remaja masa kini yang sering memesan kosmetik via on-line ini dengan melakukan transaksi lewat pengiriman barang atau via pos maupun jasa angkutan lainnya, ketika uang sudah ditransfer.

“Perlu ada pengawasan yang lebih maksimal dari BPOM maupun Dinkes Kota Ambon untuk bisa memastikan produk-produk yang dijual bebas lewat dunia maya ini layak untuk digunakan. Dan juga perlu ada sosialisasi kepada masyarakat jika ada temuan-temuan terkait kosmetik illegal tanpa izin,” harapnya.

Politisi PKPI ini juga menghimbau kepada masyarakat Kota Ambon khususnya perempuan, untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk-produk kecantikan yang saat ini marak di dunia maya. Karena belum tentu produk yang dipilih layak untuk digunakan atau sudah dijamin kesehatannya bagi tubuh maupun wajah.

Mengingat, banyak temuan-temuan kosmetik palsu yang banyak dijual dipasar-pasar oleh BPOM sendiri beberapa waktu lalu. “Kepada seluruh masyarkat, khususnya perempuan, perlu berhati-hati dalam memilih.

Sebelumnya sudah ada temuan dari BPOM soal kosmetik yang tidak memiliki izin atau tidak layak digunakan karena mengandung bahan-bahan kimia yang tidak baik bagi kesehatan kulit maupun tubuh. Untuk itu, perempuan di Kota Ambon harus lebih berhati-hati, jangan terpoancing dengan iklan yang ditawarkan,” pesannya. (ISL)

Most Popular

To Top