Upaya Rektor Padamkan Bara Konflik – Ambon Ekspres
Trending

Upaya Rektor Padamkan Bara Konflik

AMBON,AE— Kisruh di Universitas Darussalam (Unidar) Ambon mulai disikapi serius elemen di kampus merah itu.  Para dosen yang kontra dengan rektor terus bergerak, meminta perhatian dan petunjuk dari sejumlah pihak,  agar masalah di Unidar tidak berlarut. Sementara, rektor  Unidar  Ibrahim Ohorella meminta semua civitas akademika di kampus merah itu untuk tidak terpengaruh dengan perseteruan antara Yayasan Pendidikan Darussalam dengan Yayasan Darussalam Maluku.

Puluhan dosen yang kontra dengan rektor itu telah menemui Koordinator Kopertis Wilayah XI Maluku dan Maluku Utara  Zainudin Notanubun, Ombudsmen Maluku, dan  Gubernur Maluku, Said Assagaff.

Salah satu masalah serius yang menjadi perhatian mereka adalah Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Unidar yang telah ditutup oleh Direktoran Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, karena Unidar dinilai tidak sehat akibat perseteruan antara yayasan.

“Sehingga, waktu bertemu Koordiantor Kopertis, beliau siap membantu untuk membuka kembali  PDPT Unidar, apabila masalah hukum selesai,” ungkap Dekan Fakultas Teknik Unidar, Kimin di kampus B, Wara, Sabtu (23/5).

Dalam PDPT tersebut, lanjutnya mengakomodir segala kepentingan Universitas dalam hal pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu yang penting adalah data mahasiswa yang ada Universitas Darusalam. Dengan ditutupnya PDPT, maka  aktivitas proses belajar mengajar tidak dapat diinput  di PDPT. “Kalau tidak diinput, maka kegiatan akademik di Unidar, sifatnya ilegal,” katanya.

Sehingga, lanjut dia, sangat tepat sikap para mahasiswa yang memutuskan untuk mogok kuliah. Karena, bila tetap kuliah, dampaknya kepada mahasiswa sendiri. Karena itu, pihaknya sangat berharap berbagai masalah di Unidar, terutama masalah Yayasan segera diselesaikan, agar PDPT dapat dibuka kembali.

“Kami juga telah bertemu pak Gubernur. Beliau sangat merepson dan akan melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan. Pak gubernur juga berharap konflik dua Yayasan secepatnya diselesaikan,” ungkapnya.

Rektor Universitas Darussalam Ambon Ibrahim Ohorella, melalui juru bicaranya Husein Latuconsina meminta seluruh civitas akademika untuk kembali melakukan perkuliahan. Proses hukum yang masih berlangsung di pengadilan  harusnya dihargai.

“Pada intinya, rektor mengimbau agar proses perkuliahan kembali dilakukan. Proses peradilan kan harusnya tidak boleh mengganggu perkuliahan. Kalender pendidikan tidak bisa bergeser, hanya karena polimik ini,” tandas Latuconsina kepada awak media, Sabtu (23/5) di Cafe Robot.

Rektor juga meminta seluruh elemen yang berada dalam polimik ini, agar menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Bahkan kata dia, apapun putusan pengadilan akan diterima.

“Dan rektor telah menyampaikan, apapun putusan pengadilan tetap diterimanya. Mau Yayasan pendidikan Darussalam atau Yayasan Darussalam Maluku yang diakui. Karena itu sudah merupakan konsekuensi beliau sebagai pemimpin,” lanjut Latuconsina.

Persoalan yang digugat, kata Latuconsina, hanya sebatas Yayasan Darussalam. “Tidak ada universitas disitu. Kenapa harus di hubung-hubungkan pada saat konflik kedua yayasan ini. Saya tandaskan kalau ada yang membicaralan soal yayasan, itu sudah masuk ranah pengadilan. Konflik yayasan itu tidak ada satupun mengaitkan tentang universitas. Masalahnya yang digugat itu kan Yayasan Pendidikan Darussalam, Notaris dan Kemenkum dan HAM, bukan universitas,” tandasnya.

Rektor kata Latuconsina, juga membantah ada kubu-kubuan. “Bagi Rektor, itu mungkin karena distorsi informasi saja. Tapi pada intinya, tidak ada kubu-kubuan. Perbedaan pendapat itu lumrah. Darussalam cuman satu,” tambahnya.

Disinggung soal tudingan yang disampaikan mahasiwa yang menamakan kelompoknya, Majelis Penyelamat Darussalam Ambon yang disampaikan saat demontrasi di Pengadilan Negri Ambon (22/5), Latuconsina juga membantahnya. Kata dia, tidak ada uang Unidar yang di tabung pada rekening pribadi rektor.

Dikatakan, Unidar saat ini memiliki 4 tabungan keuangan. Di Bank Muamalat sebanyak Rp500 Juta dan Mandiri Syariah Rp500 juta. Uang Rp1 miliar itu merupakan dana abadi Unidar yang bisa dipakai saat keadaan mendesak. “Sementara untuk gaji dosen, staff dan karyawan di Bank BRI dan BPDM. Jadi tudingan itu tidak benar,” bantahnya.

Bahkan, selama kepemimpinan Ibrahim Ohorella, sudah dibangun 3 laboratorium dan 1 asrama mahasiswa berlantai dua dengan kapasitas 100 kamar. Selain itu juga telah dibangun kantor Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Fakultas Hukum yang berlokasi di kampus Induk Tulehu.
Lapor Warek III

Wakil Rektor (III) Bidang Kemahasiswaan Syawal Zakaria akan dilaporkan ke Ombudsman untuk dimintai keterangan soal dugaan memprovokasi mahasiswa dan dosen. Pasalnya, instruksi Zakaria untuk penghentian proses perkuliahan oleh para dosen dan mahasiswa, dinilai melanggar kode etik.

“Hal ini sangat disayangkan oleh rektor. Olehnya itu, Senin (hari ini-red) Warek I akan dilaporkan ke ombudsman untuk dimintai keterangan. Karena instruksinya menghentikan perkuliahan tanpa berkonsultasi dengan Rektor sebagai pimpinan Universitas. Sangat di sayangkan perintah itu  melanggar kode etik sebagai pejabat sekaligus kode etik sebagai dosen sesuai statuta Universitas Darussalam Ambon,” katanya.

Soal tudingan bahwa rektor memberhentikan sejumlah dosen yang kontra, dia juga membantahnya. Dia menjelaskan, kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan dosen merupakan kewenangan pihak Yayasan.

“Pemberhentian dosen itu melalui kesepakatan dan rekomendasi Senat. Kemudian disampaikan ke pihak Yayasan. Dan karena ada beberapa diantara mereka yang ikut Pileg kemarin, maka mengambil cuti. Namun, sampai sekarang belum kembali ke kampus,” katanya.

Rektor lanjutnya, juga meminta agar semua pihak menghargai proses hukum yang sedang berlangsung. Baik terkait dengan yayasan maupun terhadap rektor. Dan kita semua harus menghargai itu. “Mari kita tunggu hasil keputusan itu. Jangan sampai pada saat proses peradilan berlangsung, kita sudah saling berkelahi. Sementara hasilnya saja belum ada,” kuncinya.(MAN/TAB)

Most Popular

To Top