Dulu Serang Orang Usia Tua, Kini Penyakit-penyakit Ini Incar Kaum Muda – Ambon Ekspres
Kesehatan

Dulu Serang Orang Usia Tua, Kini Penyakit-penyakit Ini Incar Kaum Muda

Beberapa penyakit seperti serangan jantung, diabetes, dan stroke sebelumnya diketahui lebih sering menyerang orang-orang yang berusia tua, misalnya di atas 45 tahun. Namun kini, penyakit-penyakit tersebut justru lebih ‘mengincar’ mereka yang masih muda.

Menurut dr Ryan Thamrin dari Dr Oz Indonesia, penyakit ini kini memang lebih banyak menyerang orang-orang yang masih muda. Menurutnya, hal ini kemungkinan besar karena gaya hidup saat ini yang semakin tak sehat.

“Dulu serangan jantung, diabetes, stroke, seakan ‘miliknya’ kakek-kakek dan nenek-nenek. Sekarang mungkin banyak dengar kabar ada teman seangkatan yang kena, yang usianya masih 30-an tahun. Ini karena gaya hidup sekarang yang makin jarang bergerak,” papar dr Ryan.

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara bincang sehat Dr Oz Indonesia, yang diadakan di sela-sela peluncuran ‘Relawan Muda Jelajah Mobil Sehat CT Foundation’ di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, seperti ditulis pada Senin (25/5/2015).

Selain menjaga pola makan dengan mengurangi konsumsi gula, garam dan lemak berlebih, serta rutin melakukan aktivitas fisik, faktor risiko lain seperti paparan polusi tinggi juga harus diperhatikan guna mencegah datangnya penyakit-penyakit ini.

“Faktor risiko polusi tinggi akan memperberat dan memperburuk faktor risiko. Polutan asap mobil atau pabrik pada gilirannya membuat oksidan tubuh sangat tinggi, sehingga terjadilah penyempitan pembuluh darah,” imbuh Ketua PERKI (Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), Dr dr Anwar Santoso, SpJP(K), FIHA, FACC, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Dilanjutkan oleh dr Ryan, salah satu langkah mudah deteksi beragam risiko penyakit ini adalah rajin mengukur tekanan darah. Namun jika dirasa aksesnya sulit, Anda bisa sering mengukur denyut nadi. “Rasakan ritme berapa banyak hitungannya. Normalnya dalam keadaan istirahat rata-rata denyut nadi adalah 60-100 kali per menit,” tutur dr Ryan.

Jika Anda baru selesai melakukan aktivitas sedang, berat, atau habis berolahraga, maka paling baik sediakan waktu istirahat setidaknya 5-10 menit dahulu sebelum melakukan pengukuran denyut nadi. (ajg/up)

Most Popular

To Top