Huka Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Huka Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara

Terkait Korupsi Dana BOS SDN 1 Liliboi

AMBON,AE—Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 1 Liliboi, Martinus Huka dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Huka dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ambon, Senin (25/5).

Sidang dengan agenda pembacaan putusan itu, dipimpin hakim ketua Ahmad Bukhori SH, didampingi hakim anggota Heri Leliantono SH dan Edy Sepjangkaria SH. Hadir dalam sidang terdakwa beserta penasehat hokum terdakwa, Yustin Tunny serta JPU Asmin Hamja.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Terdakwa dijerat dengan pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan sebagaimana diubah dan diatur dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) jo pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP. “Mengadili, menjatuhkan hukuman selama 1 tahun 4 bulan penjara kepada terdakwa,” ucap majelis hakim.

Selain dijatuhi hukuman penjara, terdakwa juga dihukum membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider kurungan 2 bulan penjara. Serta membayar uang pengganti sebesar Rp 80 juta. Dengan ketentuan, jika dalam kurun waktu 1 bulan terdakwa tidak mampu membayar, maka harta benda akan disita. Atau, diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan.

Putusan hakim tersebut, lebih ringan dari tuntutan JPU. Karena sebelumnya, JPU meminta agar majelis hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun 8 bulan penjara. Begitu juga dengan uang pengganti yang lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 101 juta.

Usai membacakan putusan, majelis hakim kemudian memberikan kesempatan kepada terdakwa maupun JPU untuk menanggapi putusan tersebut. Penasehat hukum terdakwa maupun JPU, menyatakan pikir-pikir.

Untuk diketahui, Huka terjerat kasus dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2011-2014. Total dana BOS selama kurun waktu tersebut sebesar Rp 251.400.000. Sayangnya dana BOS yang diterima SDN 1 Liliboi, tidak digunakan sesuai peruntukannya.

Seluruh bantuan dana BOS yang diperuntukan bagi sekolah yang dipimpin terdakwa, tidak satu pun diketahui pihak komite sekolah. Selanjutnya, bendahara membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS untuk tahun 2011-2014 berdasarkan bukti, kwitansi tanda terima uang, bukti penyerahan uang sebagai bukti pertanggungjawaban penggunaan uang diterima oleh bendahara dari terdakwa.

Dalam laporan pertanggungjawaban dana BOS tahun 2011 sampai dengan Maret 2014, ada tanda tangan Ketua Komite Sekolah SDN 1 Liliboi, Ny J Titalessy, namun tanda tangan tersebut ternyata dipalsukan oleh terdakwa termasuk memalsukan tanda tangan para guru di sekolah tersebut. JPU mengatakan, akibat perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian keuangan negara atau pereko­nomian negara sebesar Rp 100.131.600.(AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!