Maluku tak Berharap Impor Daging Sapi – Ambon Ekspres
Amboina

Maluku tak Berharap Impor Daging Sapi

AMBON, AE.—Untuk pasokan daging sapi di Provinsi Maluku masih mengandalkan pasokan lokal dengan sentra-sentra produksi yakni, Pulau Buru dan Seram secara keseluruhan untuk sapi. Sehingga Provinsi Maluku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging sapi, tidak melakukan impor daging sapi di daerah ini.

“Provinsi Maluku selama tahun 2014 tidak mengimpor daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kebutuhan daging sapi di Maluku per tahunnya sebanyak 2.913 ton. Dengan jumlah produksi yang sama dengan angka kebutuhan inilah, yang membuat Maluku tidak mengimpor daging sapi dari luar Maluku,”ungkap Kepala Bidang Produksi Peternakan, Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ahmad Attamimi, pekan lalu di Ambon.

Namun berbeda dengan daging dan telur ayam. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging ayam sebanyak 13.226 ton, maka diperlukan daging ayam pedaging impor sebanyak 5.260 untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Sedangkan untuk telur ayam, dimana kebutuhan masyarakat Maluku per tahunnya 156.736 ton, maka telur ayam yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 115.361 ton.

“Berbeda dengan dagig sapi yang ditargetkan tidak akan mengimpor dari luar. Untuk daging ayam dan telur dipastikan akan meningkat permintaannya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka daging ayam potong dan telur ayam selama ini diimpor dari luar Maluku,”paparnya.

Biasanya, lanjut Attamimi, peningkatan angka kebuthan akan konsumsi daging ayam dan telur ayam ini dapat dilihat diakhir tahun. Karena faktor dari beberapa kebutuhan masyarakat saat perayaan hari-hari besar keagamaan yang mengakibatkan angka perminta meningkat.

“Untuk mengantisipasi keku- rangan stok daging baik sapi,  ayam dan telur ayam, bersama dengan distributor, peternak dan beberapa instansi terkait  akan berupaya agar dapat memenuhi kebutuhan masyarkat saat perayaan hari-hari keagamaan nantinya, “tuturnya.

Attamimi juga menambahkan, posisi ternak untuk daging sapi dan daging ayam kampung masih terus aman sampai saat ini. Hanya saja, daging ayam pedaging (potong) yang masih terus dibutuhkan pada pasokan luar untuk mencukupi kebutuhan masyarakat daerah ini,”jelasnya. (IWU)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!