Sepakat Islah, Pecah di Pilkada – Ambon Ekspres
Trending

Sepakat Islah, Pecah di Pilkada

AMBON,AE— Celah islah untuk mengakhiri konflik internal Partai Golkar mulai terbuka. Namun, kedua kubu masih saja mengklaim sebagai pihak yang sah. Perekrutan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah 4 kabupaten di Maluku, pun tetap diteruskan secara terpisah.

Merasa sebagai pemegang Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) karena masih ada banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT-TUN) Jakarta, kubu Agung Laksono tetap melakukan penjaringan balon Calkada.

Ketua Harian Plt DPD Partai Golkar kubu Agung Laksono Paulus Mantulameten mengatakan, selama belum ada kesepakatan antara kedua kubu untuk islah, perekrutan tetap berjalan. Ini dilakukan sesuai dengan rencana yang ditetapkan sebelumnya.

“Ya sekarang belum ada keputusan dan formatnya seperti apa. Olehnya itu, apa yang telah kita rencanakan tetap berjalan. Makanya hari Selasa (hari ini-red) fit and proper test akan kita lakukan kepada calkada dan Cawalkada 4 kabupaten yang sudah mendaftar di partai Golkar,” ujar

Mantulameten kepada Ambon Ekspres via seluler, Senin (25/5).
Direncanakan hari ini sebanyak 13 bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah empat kabupaten akan ikut uji kelayakan dan kepatutan di Partai Golkar di lantai 6 hotel Elizabeth. Mereka diantaranya, balon kabupaten Seram Bagian Timur yakni, Sitti Umuriah Suruwaky, Taslim Tuhuteru, Idris Rumalutur dan Jusuf Rumatoras dan balon wabup Sjarifudin Goo.

Untuk Buru Selatan Tagop Solulissa dan Tahib Souwakil. Sedangkan balon wabup Ayub Seleky dan Nicolas Nurlatu. Bakal calon bupati Maluku Barat Daya Barnabas Orno dan balon wabup Benjamin Nilag. Sementara untuk bakal calon bupati Kepulauan Aru yakni, Johan Gongan dan Wellem Kurnala.

Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku kubu Aburizal Bakrie, Fatani Sohilauw mengaku senang dengan upaya islah yang difasilatasi wakil Presiden Jusuf Kalla. ”Kami tetap bersenang hati dan berharap mudah-mudahan islah bisa menghasilkan keputusan yang bermanfaat. Kemudian, agar Golkar bisa ikut pilkada,” ujar Fatani via seluler.

Meski begitu, lanjut mantan Ketua DPRD Provinsi Maluku itu, pihaknya tetap melakukan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati. Tim telah dibentuk dan mulai bekerja sejak kemarin.

“Tim telah dibentuk dan ditanda tangani oleh saya dan pak Ethy (Zeth Sahuburua) Ketua DPD Golkar Maluku. Hari ini (kemarin-red) pembukaan pendafraran secara nasional. Waktu pendaftaran selama dua minggu,”katanya.

Dikatakan, penjaringan bersandar pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta  yang membatalkan SK Menkumham nomor M.HH-01.AH.11.01 yang mengesahkan kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Ancol dan mengembalikan kepemimpinan Golkar ke Munas Riau.

“Kami berpatokan pada putusan PTUN Jakarta yang membatalkan SK Menkumham dan mengembalikan keberlanjutan partai ke kepengurusan hasil Munas Riau dengan ketum Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham,”jelasnya.

Dengan demikian, menurut dia, penjaringan balon calkada yang dilakukan kubu Agung tidak sah atau batal demi hukum.”Kami mau ikut campur proses yang saat dilakukan oleh kubu Agung. Namun, berdasarkan putusan PTUN, maka apa yang dilakukan oleh kubu Agung batal dengan sendirinya,”tandasnya.

Disinggung soal mekanisme islah dari DPD-DPD I dan II, kata dia, telah disampaikan ke DPP dalam dua kali pertemuan terakhir.”Formatnya seperti apa, kami percayakan sepenuhnya buat pak ARB dan Idrus Marham. Kami telah menyampaikan pandangan terhadap hal itu kepada DPP,” katanya.

Sekedar tahu, meski upaya islah tengah dirajut, namun kubu Agung Laksono tetap mengajukan banding atas putusan PTUN Jakarta ke PTTUN yang direncanakan kemarin. Agung menilai majelis hakim mengeluarkan putusan di luar gugatan atau ultra petita, dengan mengembalikan kepengurusan Munas Riau yang telah demisioner. (TAB)

Most Popular

To Top