Wakapolres Ditahan, Polisi Lain Dikejar – Ambon Ekspres
Ragam

Wakapolres Ditahan, Polisi Lain Dikejar

Diresnarkoba: Kita Punya Nama Polisi Lainnya

AMBON,AE— Siapa perwira itu? Akhirnya diketahui. Tim dari Direktorat reserse Narkoba, Polda Maluku, kemarin, menggelandang Kompol UN, yang menjabat sebagai Wakil Polres Aru dari Dobo, menuju Ambon. Setelah UN dan dua anak buahnya, Diresnarkoba juga mengantongi nama sejumlah polisi yang main di barang terlarang itu.

UN tiba dengan pesawat dari Dobo dikawal tim yang dipimpin AKP John Uneplaita. Turun dari pesawat, UN tidak diborgol. Dia laiknya penumpang biasa, karena itu tidak mengundang perhatian warga yang lalulalang di Bandara Internasional Pattimura. Mengenakan jaket hitam yang hampir memudar, dan hadset masih terpasang di lehernya, UN lantas dibawa ke markas Direktur Reserse Narkoba (Resnarkoba) Polda Maluku.

Selain UN, ada juga anak buahnya, anggota intel yang bertugas di Bandara Dobo, ikut ditahan. Sebelumnya, Bripka AM ditahan lebih dulu. Mata rantai pengiriman paket sabu ini terbongkar setelah AM diciduk polisi sehari sebelum operasi di Dobo. AM yang bertugas sebagai polisi penghubung di Ambon ini, ditangkap di Ambon dengan paket sabu.

Paket itu jelas tertulis siapa penerimanya. Diatas paket tersebut, kabarnya ada nama Wakapolres Aru, Kompol UN. Polisi tak berhenti sampai di AM. Mereka kemudian membiarkan AM mengirimkan barang haram itu dengan pesawat. Di dalam pesawat sudah ada tim yang dipimpin John Uneplaita.

Tim John tiba bersamaan dengan paket. Paket dibiarkan masuk bagasi, lalu berputar di tempat pengambilan bagasi, sebelum diambil oknum anggota intel yang diduga suruhan Wakapolres. Setelah barang di tangan, oknum anggota intel yang bertugas di bandara itu pun meninggalkan tempat pengambilan bagasi. Namun sayang, sebelum paket ada di tangan penerimanya, kurir itu sudah ditahan lebih dulu.

Anggota intel itu pun dibawah ke suatu tempat untuk dilakukan interogasi oleh tim. Dari pengembangan kasus, terungkap barang haram itu akan dibawah ke oknum perwira di Dobo.
Informasi yang dihimpun koran ini Minggu, (24/5), menyebutkan wakapolres diamankan dari kediamannya, di perumahan Polri Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Sabtu malam.

Diresnarkoba, Komisaris Besar Polisi Thein Tabero mengatakan, penangkapan yang dilakukan anak buahnya, bagian dari pemberantasan narkoba di Maluku. “Kita mulai dari dalam lingkungan pihak kepolisian sendiri dulu,” kata dia. Dia menambahkan, “pembersihan akan dilakukan secara menyeluruh.”

Mantan wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu itu, mengaku telah mengantongi sejumlah nama anggota yang terlibat langsung dengan barang haram tersebut. Namun soal sejumlah oknum yang telah dikantonginya itu, dia belum mau membuka lebih jauh, karena masih konsumsi pribadinya.

“Kalau seperti ini (Wakapolres Aru red), sudah banyak terjadi dimana-mana. Bengkulu, Palembang, bahkan disini (Maluku red) juga ada. Sudah ada yang dikantongi namun itu masih saya panggil untuk diperingati, di nasehati dan buat pernyataan untuk tidak terulang lagi. Tetapi kalau terulang lagi itu goblok namanya.  Hal itu saya lakukan ditempat tugas saya sebelumnya, Alhamdulillah rata-rata berhasil. Nanti aja yaa, masih konsumsi saya saja dulu ya,”ungkapnya.

Soal kasus Komisaris Polisi UN sendiri,  Tabero mengatakan, “Dia sedang bernasib sial dan sudah waktunya itu terbongkar.” Bahkan penangkapan wakapolres itu karena pihaknya, menerima laporan dari dari sejumlah sumber. Namun Tabero kembali menegaskan, tidak akan meberikan keterangan sebelum ada perintah dari kapolda Maluku, Brigadir Jenderal Polisi Murad Ismail.

“Itu nasib sialnya aja dan memang maunya gitu. Untuk penangkapannya juga saya ngga tahu, itu kerja anak buah saya di lapangan. Barang buktinya juga saya belum lihat. Sabu atau ganja ataukah tawas, karena kita harus uji dulu,” katanya.

Soal pemakai atau pengedar, dirinya mengaku belum memastikan hal tersebut lantaran, pihaknya harus melakukan tes urine perwira tersebut. “Kami aja belum tes urinenya dia, gimana mau tahu. Nanti kalau sudah akan saya sampaikan,” tandasnya.

Thein mengaku belum bisa dibuka lebih jauh.  “Itu konsumsi kita, empat kali koq kalian tahu? Nanti aja, tetapi akan saya kejar bukan dia saja. Masih ada yang lain juga dan itu yang kita kejar. Bahkan sampai di Papua, juga kita kejar kesana,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya masih juga mendalami kasus tersebut, termasuk keterlibatan sejumlah pihak lain. “Lapor kapolda dulu baru bisa dibuka lebih jauh,” tegas pria yang pernah menjadi staf pengajar kejahatan trans internasional, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian itu.

Lain hal, Kasubdit II Ditresnarkoba, AKP John Uneplaita. Ketika ditanya terkait kapasitas perwira tersebut sebagai kurir barang haram itu, John mengaku pihaknya belum memastikan, karena masih melakukan pendalaman.

Disinggung soal barang tersebut juga milik salah satu perwira menengah lainnnya di Polres Kepulauan Aru, pria berkumis itu tak mau menanggapi hal itu. “Kita saja belum periksa yang bersangkutan (wakapolres red), masa ale sudah tanya bagitu. Kita harus dalami dulu,” singkatnya sambil pergi meninggalkan kawasan markas Resnarkoba Polda itu.

Sementara soal ancaman yang bakal diterima oleh perwira Polres Aru, bersama dua anak buahnya itu, Diresnarkoba kembali, menegaskan jika terbukti maka akan dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Undang-Undang narkotika. Ancaman pidananya sesuai pasal yang ada. Namun kita dalami lagi dulu untuk membuktikan itu,” ucapnya, sambil menambahkan soal sanksi internal Polri. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bisa sampai pada tingkat pemecatan.

Sementara itu, setelah diamankan oleh tim pada Sabtu malam lalu, orang nomor dua di Polres Kepulauan Aru itu, akhirnya sekira pukul 10.45 Wit, Senin kemarin, diterbangkan dari Bandara Dobo, menuju bandara Internasional Pattimura, dengan menumpangi pesawat komersil Trigana Air.

Untuk mengelabui para penumpang dan warga Aru yang berada di bandara kota Dobo itu, perwira utama polres Aru yang didamping isterinya, lebih awal menaiki pesawat komersil itu, beberapa menit kemudian baru tim yang dipimpin Ineplaita itu naik pesawat tersebut.

Ternyata hal yang sama juga, sesuai pantauan Ambon Ekspres di Bandara Internasional Pattimura Ambon, ketika pesawat yang ditumpangi tim dan perwira Polres bersama isteri dan satu pelaku lainnya itu tiba sekira pukul 12.45 WIT, siang kemarin di bandara.

Terlihat aparat kepolisian dari Polsek Kawasan bandara, mencoba untuk mengamankan wakapolres Aru itu. ada yang terlihat berbeda saat itu, disebabkan karena, pimpinan tim yang mengamankan Wakapolres, tak mau berlama-lama di bandara. AKP John Uneplaita, saat tiba langsung menghilang dari bandara, lantaran telah dijemput oleh anak buahnya.

Sementara UN, yang terlihat bersama isteri dan anaknya serta satu anak buahnya itu, keluar dari dalam ruangan bandara sekira pukul 13.30 Wit. Dan langsung menuju mobil kijang Inova warna hitam DE 888 AB, yang telah disiapkan. Ternyata dalam mobil kijang Inova itu sudah ada tiga anggota dari Diresnarkoba Polda sendiri.

Mobil kemudian bergerak dari bandara menuju markas Diresnarkoba Polda Maluku, tempat di mana UN diamankan sementara sambil menjalani pemeriksaan lanjutan terkait narkoba itu.  (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!