Arkeolog Temukan Kerangka Abad 12 di Riau – Ambon Ekspres
Coffe Break

Arkeolog Temukan Kerangka Abad 12 di Riau

Empat kerangka manusia yang diduga dari abad 12 berhasil ditemukan oleh tim Arkeolog dari Pusat Arkeolog Nasional. Mereka menemukan empat kerangkat manusia itu di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Kepada Antara, Minggu (24/5) Ketua Tim Peneliti Arkeologi Sony Wibisono mengatakan, “Melihat dari kerangka dan benda keramik yang sebelumnya ditemukan di lokasi diperkirakan berasal dari abad 12.”

Kerangka tersebut ditemukan di kebun warga yang memang sejak lama menjadi tempat masyarakat mencari keramik kuno seperti piring atau mangkuk. Sony mengatakan jika pihaknya telah menggali selama empat hari sejak Rabu (20/5) serta menemukan dua lokasi yang berjarak sekitar 20 meter.

Sony mengatakan, “Satu lubang pertemuan pertama terdapat tiga kerangka yang sudah tidak utuh karena dari dada ke atas sudah tidak ada, diperkirkan berjenis kelamin laki-laki.” Mereka tidak menemukan piring atau mangkuk kuno, melainkan empat kerangka manusia. Diketahui pada tiga kerangka mereka menemukan sebilah keris yang menempel di bagian dada.

BACA JUGA:  Arkeolog Temukan Markas Rahasia Nazi di Hutan Belantara

Sedangkan satu lainnya masih utuh dan terlihat ada empat gelang di lengan kirinya, kerangka ini mempunyai tinggi sekitar 165 cm. Posisi keempat kerangka tersebut sama, dengan posisi kepala mengarah ke tenggara dan kaki ke arah barat laut, seperti dikatakan Sony. Ia mengatakan, “Posisi kerangka yang ditemui ini berbeda dengan kerangka serupa yang pernah kami temui tahun lalu di Semampang, Desa Tanjung, yang masih satu hamparan garis dengan lokasi ini.

” Menurutnya kerangka yang ditemui di Semampang masih utuh dan mempunyai perbedaan posisi. Namun ia mengatakan jika ras-nya sama dengan yang ditemukan kali ini. Ia mengatakan, “Namun berasal dari ras yang sama yakni Mongolia.” Motif keramik yang banyak ditemui pada lokasi tersebut ia katakan adalah berasal dari Dinasti Sung dan Yuan.

“Biasanya pada kerangka yang umurnya ratusan tahun ini ada barang-barang berharga yang dibawa serta, seperti piring keramik yang biasanya ditempatkan di atas kepala, kemaluan serta atas persendian,” katanya. Namun begitu, keramik yang ada di sekitar lokasi disebutkan telah hilang dari sisi kerangka akibat diambil oleh para pemburu keramik, jauh hari sebelum itu.

BACA JUGA:  Arkeolog Temukan Markas Rahasia Nazi di Hutan Belantara

“Kalau melihat bentuk lekuk kerangka diatas kemaluannya ada ditempatkan keramik, tapi sayang telah diambil para pemburu keramik,” ungkap Sony. Bukti lain keramik telah diambil adalah dengan adanya lubang macok (besi yang digunakan untuk mendeteksi keramik) di bagian tulang paha dan persendian.

Temuan kerangka manusia ratusan tahun lalu serta banyaknya terdapat keramik kuno telah membuktikan bahwa Pulau Bunguran sejak lama telah dihuni dan sangat maju pada masa itu. “Kami berkejar dengan waktu dalam melakukan penelitian karena para pemburu keramik terus bergerak mencari barang antik,” tutup Sony. (is)

Most Popular

To Top