Kapolda: Itu Akibat Baru Belajar – Ambon Ekspres
Trending

Kapolda: Itu Akibat Baru Belajar

Soal Penangkapan Wakapolres Aru

AMBON, AE— Kapolda Maluku, Brigjen Murad Ismail memerintahkan anak buahnya untuk menangkap siapa saja pengguna maupun pengedar narkoba. Dia juga memastikan tidak ada tebang pilih dalam pemberantasan barang haram ini, termasuk bawahannya sendiri.

Kepada sejumlah wartawan  kemarin, usai memimpin upacara serah terima  jabatan tiga perwira utama dilingkup Polda Maluku, dia mengaku yang memerintah anak buahnya mengikuti barang milik Wakapolres Aru, UN.

“Itu saya yang perintahkan dari narkoba untuk mengikuti yang dipesan dari Aru. Dan itu langsung dipimpin salah satu pejabat narkoba. Akhirnya tertangkap meskipun itu empat gram. Itu akibat dari baru belajar makanya tertangkap,” ucap Kapolda.

Orang nomor satu di Polda Maluku itu, menegaskan tidak akan memaafkan anak buahnya yang terlibat langsung dalam narkoba, baik sebagai pemakai maupun pengedar. Terlebih kapolda juga mempersilakan untuk mengawal perkembangan adanya peredaran narkoba di Maluku ini.

“Silakan kalian pantau perkembangan yang ada kami tidak tutup-tutupin. Selama ini yang dipecat itu karena disersi, kekerasan dalam keluarga, tetapi narkoba belum ada maka nanti saya akan tunjukan hal itu kepada publik. Bahkan keinginan saya harus ada dari narkoba yang dipecat,” kata dia.

Pembasmian itu lanjut kapolda yang juga putra Maluku itu, bukan saja pada internal kepolisian saja, melainkan juga pada wartawan maupun masyarakat sipil lainnya
“Mau itu anggota polri, masyarakat, maupun wartawan yang ada, kalau bersalah dan terbukti akan kita tangkap. Jadi ya sudah mari kita bekerjasama dengan baik, jangan lain curiga dengan lain, demi Maluku yang kita cintai bersama ini,” terang mantan Wakapolda Maluku itu.

Untuk Wakapolres Aru, Kapolda mengaku, pihaknya menyerahkan pada proses hukum yang sedang berjalan. “Ada prosedurnya. Binkum ada, prosesnya gimana jika memang sudah sampai ke tingkat itu pasti akan dilakukan,”tandasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Kombes Polisi Thein Tabero menjelaskan, ada empat paket narkotika jenis sabu yang dikirim oleh Brigpol AM, kepada Wakapolres.

“Pada hari Kamis 21 Mei, kami mendapatkan informasi pasti, dari hasil lidik. Kemudian pada tanggal 22 Mei, barang tersebut ditunda untuk diantarkan ke Bandara, baru keesokan harinya tanggal 23, kita mengamankan Brigpol AM. Dan mengatakan dia diperintahkan oleh Wakapolres untuk menitipkan barang  kepada Brigpol JS perwakilan Aru yang ada di bandara,” katanya.

Barang tersebut ketika dikirim terdapat dua paket, paket yang satu berisikan dokumen-dokomen milik Polres, dan satunya berisikan barang terlarang itu. Sementara untuk mengelabui petugas keamanan bandara, empat paket narkotika jenis sabu itu disimpan kedalam resreting celana jeans warnah coklat mudah, dan baju wanita, yang kemudian dibungkus rapi dengan kantung kresek matahari, dengan tertuliskan alamat lengkap atas nama wakapolres.

Mantan Wadir Reskrimum Polda Bengkulu mengaku, dari hasil interogasi sementara, Wakapolres UN mengaku, barang tersebut bukan untuk diperjual-belikan melainkan untuk konsumsi pribadi.

“Kenapa hasil uriennya negatif, karena mungkin dia (wakapolres red) sudah tidak menggunakan barang itu sekitar sebulan. Karena jika itu tidak digunakan sebulan maka sudah tidak ada lagi. Jadi ini baru dia pesan lagi. Dia memang pengguna,” paparnya.

Dia menambahkan soal pengedar, Diresnarkoba mengaku pihaknya masih mendalami lebih lanjut. Apalagi wakapolres sangat tertutup dan belum mau membuka lebih jauh.  “Orangnya tertutup dan belum mau membuka, kami interogasi tetapi sama juga. Maka kita masih melakukan penyelidikan terkait siapa yang selama ini melakukan pengiriman  barang itu, kemudian asal barang itu. pokoknya hal-hal lain kita masih dalami itu,”terangnya.

Untuk kedua anggota yang turut diamankan bersama UN sendiri, Thein menambahkan, status AM dan K, masih diperiksa sebagai saksi. “Saksi aja karena kita masih terus dalami lagi,” tukasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya UN terancam pidana penjara maksimal 20 tahun. “Dijerat dengan pasal 114 Undang Undang nomor 39 tahun 2009, subsider pasal 127 ayat 1 huruf A,” tukasnya.

Soal ancaman pemecatan sendiri Kapala Bidang Profesi Pengamanan Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Sutrisno, mengatakan pihaknya akan melakukan tindakan tersebut, setelah status hukum atas UN dinyatakan tetap.

“Memang kalau prosudurnya itu ancaman pidana empat tahun, itu bisa pecat. Tetapi harus ada penetapan hukum tetap dulu. Jadi kriminalnya itu berjalan duluan, setelah itu baru kita lakukan secara internal berdasarkan kewenangan kita. Itu bisa dipecat,” singkatnya ketika dikonfirmasi.
(AHA)

Most Popular

To Top