Pembekuan PSSI Dicabut – Ambon Ekspres
Olahraga

Pembekuan PSSI Dicabut

JAKARTA, AE.—Usai melakukan pertemuan tertutup selama hampir satu jam dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi, Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya, Hinca Panjaitan, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo, dan mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengumumkan pengaktifan kembali PSSI.

“Tadi sudah bertemu dengan Pak Menpora, PSSI di dampingi pak Agum Gumelar dan bu Rita Subowo, kita membahas masalah persepakbolaan nasional. Disepakati, sepakbola nasional tetap jalan, tetap ada kompetisi dengan baik. Oleh karena itu, PSSI harus aktif lagi,” kata JK didampingi Agum, Hinca dan Rita di Istana Wapres, Jakarta, kemarin.

Hanya saja, saat melakukan pengumuman tersebut, tidak terlihat Imam Nahrowi yang kemudian diketahui telah lebih dahulu meninggalkan Istana Wapres guna melapor pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam penjelasannya, JK mengatakan, pencabutan pembekuan dilakukan dengan pertimbangan utama terhindar dari sanksi FIFA.

Terkait pengawasan terhadap PSSI, lanjutnya, bisa dilakukan oleh tim transisi yang dibentuk oleh Menpora.
Hal senada juga dikatakan Agum Gumelar. Menurutnya, jika sanksi dijatuhkan maka akibatnya sangat tidak baik bagi pesepakbolaan nasional.

“Kalau sanksi (FIFA) keluar, maka dampaknya tidak bagus bagi kehidupan. Kami sepakat dan kita bisa cegah karena FIFA sudah sangat tegas menolak ketemu (tim transisi),” ujar Agum.

Lebih lanjut, Agum mengatakan, dengan diaktifkannya kembali PSSI maka organisasi tersebut harus segera melakukan reorganisasi terkait jadwal ulang kompetisi dan juga pembinaan.
Sementara itu, Hinca Panjaitan selaku wakil dari PSSI mengatakan siap menjalan tugas kembali, sekembalinya bertemu dengan FIFA.

Seperti diketahui, Menpora membekukan PSSI sehingga seluruh kegiatannya dinyatakan sudah tidak diakui lagi.
Pembekuan tersebut dilakukan karena PSSI dianggap telah mengabaikan tiga teguran yang dilayangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora).

Kemudian, keputusan Menpora tersebut disambut dengan gugatan ke PTUN oleh PSSI.
Selanjutnya, Menpora malah membentuk Tim Transisi yang dipimpin oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan tim tersebut ingin bertemu dengan FIFA untuk menjelaskan alasan Kemenpora mengintervensi PSSI.

Tetapi, pertemuan tersebut gagal. Sebaliknya, dibalas FIFA melalui surat yang dikirimkan pada Jumat lalu (22/5) yang berisikan akan segera menjatuhkan sanksi ke Indonesia jika Kemenpora tetap membekukan PSSI hingga 29 Mei 2015 mendatang.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa tindakan yang dibuat oleh Kementerian menempatkan PSSI melanggar Pasal 13 dan 17 dari Statuta FIFA; dan harus dicabut sebelum 29 Mei 2015, jika tidak maka FIFA bisa mempertimbangkan untuk mengeluarkan sanksi sesegera mungkin. (JPNN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!