Perkuliahan Unidar Kembali Dibuka – Ambon Ekspres
Trending

Perkuliahan Unidar Kembali Dibuka

AMBON, AE— Menyikapi berbagai masalah yang terjadi di Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, ratusan mahasiswa dan puluhan dosen kampus merah itu menggelar dzikir bersama, Selasa (26/5). Direncanakan, hari ini perkuliahan di kampus B, Wara kembali dilaksanakan. Koordinator Kopertis Maluku dan Maluku Utara berupaya agar Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Unidar Ambon akan dibuka kembali kembali.

Halaman kampus B di kawasan Wara, Desa Batu Merah, kecamatan Sirimau, Kota Ambon, kemarin disesaki mahasiswa dan para dosen sejak pukul 12.00 WIT. Mereka berkumpul, bukan untuk kuliah. Tapi mengadakan dizikir bersama yang dilanjutkan dengan doa, agar Unidar bisa keluar dari keterpurukan.

“Untuk menyelesaikan berbagai persoalan, kita jangan hanya menggunakan manajemen dunia saja. Berdoa, meminta petunjuk Allah, penting untuk  dilakukan. Mari kita berdzikir dan berdoa, agar Unidar bisa keluar dari berbagai masalah yang terjadi,” ungkap Ustadz  Rizal Arsal Tuasikal yang hadir memimpin dzikir dan doa bersama tersebut, dihadapan para mahasiswa dan dosen.

Dzikir yang dimulai pukul 15.09 WIT itu dilanjutkan dengan kalimat shalawat dan ditutup dengan berdoa, sekira pukul 15.50.

Sementara itu, direncanakan hari ini para mahasiswa di kampus B Wara kembali berkuliah. Ini dilakukan atas berbagai pertimbangan. Salah satunya, agar mahasiswa tidak rugi dalam hal materi kuliah.

Unidar memang sedang ditimpa masalah. Mulai dari konflik antara Yayasan Darussalam Maluku dengan Yayasan Pendidikan Darussalam hingga kepemimpinan Rektor, Ibrahim Ohorella yang dinilai tidak demokratis. Buntutnya, PDPT Unidar ditutup oleh Dirjen Pendidikan Tinggi atas ususlan Koordionator Kopertis Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Zainudin Notanubun.

“Kalau PDPT ditutup, berarti aktivitas akademik di Unidar tidak dapat input. Ini kan merugikan mahasiswa, karena data mereka tidak terdata di Dikti. Tapi, kita pertimbangkan, agar para mahasiswa  bisa kembali kuliah, karena mereka akan terus resah,” ungkap salah satu anggota senat Unidar, Suud Marassabessy di kampus B Wara, kemarin.

Pihaknya berharap, rektor bijak dalam menyikapi masalah yang ada. Terutama tuntutan agar dirinya meninggalkan jabatan rektor. Karena dinilai tidak  demokratis dalam memimpin kampus itu. “Jadi, kami tidak bicara tentang masalah yayasan, tapi berharap agar rektor segera turun dari jabatannya,” harapnya.

Husain Latuconsina, juru bicara rektor Unidar ini mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar PDPT Unidar dibuka kembali. Upaya tersebut, juga agar semua elemen di kampus itu tidak terpola dalam kelompok-kelompok.  Kemarin, pihaknya bertemu Koordinator Kopertis dan sejumlah pimpinan DPRD provinsi Maluku.

“Pak rektor sudah bertemu dengan koordinator kopertis, maksudnya agar PDPT Unidar dibuka lagi. Sementara ke DPRD, kita minta petunjuk dan dukungan dari Ketua DPRD dan para anggota di komisi terkait, agar masalah di Unidar tidak berkepanjangan. Jawab yang kita dapat, sangat baik, karena mendukung upaya yang kita lakukan,” ungkap Latuconsina.

Dikatakan, Koordinator Kopertis telah menunjukkan sikap, mengiyakan harapan rektor tersebut,  sehingga akan berkoordinasi dengan Dirjen Dikti agar  PDPT Unidar dibuka kembali.

“Tapi, beliau minta agar sebelum PDPT dibuka, masalah di internal Unidar harus selesai dulu. Olahnya, kami rencanakan hari Sabtu pekan ini, mengundang semua civitas akademika  untuk membicarakan berbagai masalah yang ada. Pak Rektor berharap, semuanya bisa datang, jangan ada kelompok-kelompok. Unidar adalah milik kita semua,” jelasnya.

Latuconsina mengatakan, masalah di internal Unidar Ambon hanya karena masalah komunikasi antara civitas yang tidak berjalan dengan baik.  Rektor, kata dia  sangat berharap  semua elemen di kampus itu tidak membentuk kelompok-kelompok.

“Dan kalau pada pertemuan nanti ada yang tidak datang, kita bisa nilai bahwa dia tidak punya keinginan yang baik untuk menyelesaikan berbagai masalah di Unidar. Perlu ditegaskan, bahwa tidak ada kelompok di Unidar. Kita semua adalah satu, yaitu civitas akademika Unidar,” katanya.

Koordiantor Kopertis Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Zainudin Notanubun yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya bersedia meminta Dirjen Dikti untuk membuka PDPTP Unidar kembali. Tapi, kisruh di internal Unidar Ambon harus diselesaikan dulu. “Kalau hari Sabtu ada kesepakatan yang baik, maka hari senin saya ke Dikti untuk meminta agar PDPT Unidar dibuka lagi.  Ini demi mahasiswa,: jelasnya.

PDPT Unidar dibuka sejak perseteruan antara pihak di dua yayasaan dibawa ke ranah hukum. Kopertis menilai itu sudah menunjukkan bahwa Unidar tidak sehat. Sehingga PDPT harus ditutup. Ini diperkeruh dengan perseteruan sejumlah dosen dengan rektor.

“Memang PDPT ditutup, tapi bukan berarti aktivitas akademik tidak sah, kan izin operasionalnya tidak dicabut. Hanya memang data mahasiswa belum bisa diinput. Nanti setelah dibuka lagi, baru bisa diinput,” jelasnya.

Salah satu mahasiswa Unidar kampus B,  Ali Ikram mengatakan, langkah yang dilakukan oleh Koordinator Kopertis tersebut sangat tepat. Ini demi mahasiswa. Namun dirinya berharap, apa yang disampaikan oleh koordinator Kopertis tentang perbaikan kondisi internal Unidar harus disikapi secara serius oleh pimpinan di Unidar, terutama rektor.

“Sebenarnya kami berharap agar rektor sekarang turun dari jabatan saja, agar masalah internal bisa selesai,” tegasnya. (MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!