Warga Banda Banjiri Pengobatan Gratis – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Warga Banda Banjiri Pengobatan Gratis

MASOHI, AE.—Sebanyak 215 warga Pulau Banda, Kecamatan Banda, Kabupaten Tengah mendapat pengobatan gratis tahap pertama dari Ikatan Dokter Indonesia(IDI) Maluku Tengah,Selasa,(26/5).  Pengobatan gratis tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Bhakti Dokter Indonesia.

Dimana dalam kegiatan itu, IDI Maluku Tengah menurunkan seluruh tenaga dokter umum maupun dokter specialis guna melakukan pemeriksaan dan pengobatan langsung kepada masyarakat setempat.

Pantau Ambon Ekspres, warga yang datang melakukan pemeriksaan dan pengobatan bukan saja di Banda Neira, namun dari desa lain seperti warga Hatta, Pulau Ay, Pulau Run, Pulau Pisang maupun dari Banda Besar.

“Pengobatan gratis ini sangat meringankan kami,” kata Muhammad warga Pulau Hatta.
Dia mengaku, informasi adanya pengobatan yang dilakukan IDI disampaikan penghulu mesjid. “Informasi di mesjid saya bersama istri langsung datang ke sini, kalau pengobatan biasa butuh biaya dan surat-surat mumpung ini gratis karena kita orang orang,” tambah Rosda.

Adapun pengobatan tersebut yakni pemeriksaan gula darah, koleterol, asam urat, pemeriksaan umum, pemeriksaan mata, gigi, syaraf, serta khitanan massal. Warga pun tak urung mencabut gigi. Untuk khitanan massal sudah sebanyak 36 anak yang telah dikhitan. “Saya bersyukur ada kegiatan ini, saya optimis Banda akan lebih maju,” ujar Rahman warga Kampung Baru terpisah.

Ketua IDI Maluku Tengah, dr. Saleh Tualeka mengatakan, sekiranya lewat serangkaian kegiatan ini hakikat kegiatan HBDI yang merupakan sebuah gerakan moral insan-insan profesi dokter di Maluku Tengah dapat lebih nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. “Kita tidak dapat menolong semua orang, namun tiap kita dapat menolong sesorang,” imbuhnya.

Dia menambahkan, dokter merupakan figur yang mengabdikan profesinya tanpa terpengaruh pertimbangan-pertimbangan jenis kelamin, status sosial, suku, agama, bahkan politik. Dalam pekerjaan keprofesiannya, dokter sarat dengan nilai kesetaraan. Sebuah nilai yang dapat menumbuhkan rasa ketertindasan yang sama akibat proses penjajahan, yang akhirnya menimbulkan rasa nasionalisme. (ANC)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!