Ambon akan “Gelap” Tanpa Kepastian – Ambon Ekspres
Trending

Ambon akan “Gelap” Tanpa Kepastian

AMBON, AE— Pemadaman lampu secara bergilir, kembali dilakukan oleh PLN. Kerusakan dua mesin pembangkit, menyebabkan terjadi devisit pasokan listerik lagi. Belum diketahui pasti berapa hari pasokan akan normal lagi, namun mereka berharap dalam tiga atau empat hari kedepan kondisi kelistrikan bisa normal lagi. Sementara, masyarakat resah karena tidak pernah ada pemberitahuan soal pemadaman.

udah dua hari ini lampu mati (lampu padam), kemarin (red) mati di waktu subuh (pagi), dan  malam  mati lagi,” gerutu salah satu warga Batu Merah, Rosdianti, kepada Ambon Ekspres kemarin (27/5).

Dia menambahkan, selain tak tentu waktu, lama pemadaman  juga tidak pasti,”Paling cepat satu jam dan paling lama itu hingga dua jam lebih,” kesalnya lagi.

Kekesalan serupa juga dikemukakan warga lain. Kata dia, pemadaman lampu secara bergilir kali ini, tidak ada pemberitahuan oleh PLN.”Tentunya pemadaman ini cukup mengganggu dan menghambat aktifitas masyakarat, apalagi pemadaman sama sekali tidak ada pemberitahuan seperti beberapa waktu lalu,” ujar Ferial Tuhulele.

Padahal, tambah Tuhulele, sistim kelistrikan di Kota Ambon sudah kembali pulih setelah PLN mendatangkan mesin cadangan, belum lama ini.” Saya pernah baca di koran, PLN sudah menambah mesin, kok kenapa masih saja ada pemadaman lampu lagi,” cetusnya. Dia, berharap PLN segera mengambil langkah, agar masyarakat tidak lagi dikorbankan.

“Ya, PLN harus secepatnya mengambil langkah strategis, pemadaman listrik jangan berlarut-larut, karena sebentar lagi masyarakat sudah memasuki bulan puasa,” pungkasnya.

Terpisah Deputy Manager Hukum dan Humas PLN Wilayah MMU Arnold Pesiwarissa, kepada wartawan mengatakan, pemadaman terjadi dikarenakan adanya kerusakan pada mesin milik PT Wika di Galala, sehingga mengganggu pasokan listrik untuk sistim Ambon.

“Saya sudah menghubungi Asisten Manager Operasi Pembangkit Sektor Maluku, Rudy Sitaniapessy, menurutnya pemadaman terpaksa dilakukan karena ada kerusakan pada mesin pembangkit,” jelasnya.

Kerusakan terjadi pada dua mesin yakni mesih lima dengan daya 8 mw dan mesin tiga dengan daya 1,5 Mega wath (Mw). ”Jadi akibat kerusakan terjadi devisit 5 Mw, artinya dari kebutuhan normal kelistrikan sistim Ambon 52 Mw, kini turun 47 Mw setelah kerusakan ini,” paparnya.

Kondisi ini, lanjut Pesiwarissa, akan berlangsung selama tiga hingga empat hari ke depan sampai kerusakan mesin tersebut dapat teratasi.” Sementara ini mereka (bidang pembangkit) sedang berusaha untuk memperbaiki kerusakan pada spring bering mesin lima, kemungkinan pemadaman bergilir dilakukan hingga empat hari ke depan, tetapi itu juga belum dapat dipastikan tergantung proses perbaikan,” kata dia.

Sementara untuk mesin tiga, Latuperissa memastikan secepatnya dapat kembali beroperasi.” Untuk mesin tiga sudah bisa masuk sistim sebentar malam (tadi malam), sehingga dapat mengurangi devisit yang ada,” ujarnya.

Ditanya, soal jadwal pemadaman, Pesiwarissa mengakui belum dapat mengetahui secara pasti waktu dan lamanya pemadaman.“Memang belum ada jadwal pemadaman yang dikeluarkan, karena kami belum dapat keterangan secara pasti,” terangnya.

Kepada masyarakat, Pesiwarissa berharap untuk memakai listrik sesuai kebutuhan, baik di siang maupun di malam hari. ”Kami berharap masyarakat dapat membantu PLN dengan tidak boros dalam pemakaian listrik, agar bila terjadi devisit seperti ini, tidak berdampak besar pada masyarakat sendiri,” kuncinya. (ARI)

Most Popular

To Top