Disperindag Awasi 187 Produk Impor – Ambon Ekspres
Amboina

Disperindag Awasi 187 Produk Impor

AMBON, AE.—Pengawasan untuk produk-produk impor yang ada di Kota Ambon, Maluku terus dilakukan. Terhitung sejak Januari sampai dengan Mei 2015 ini, Badan Kemetrologian dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, telah mengawasi sekitar 187 produk impor yang di beredar ke Maluku.

Kepala Bidang Kemetrolog- ian dan Perlindungan Ko- nsumen Disperindag Pr ovinsi Maluku, Mustakin Amin mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pangan berkemasan atau  Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) serta menggunakan label Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Sampai saat ini, kurang lebih 187 produk impor yang diawasi. Dalam arti, kami mengawasi karena ada beberapa persyaratan yang telah ditetapkan untuk produk kemasan ada yang tidak lengkap. Misalnya, tidak memiliki label SNI,tidak ada nama perusahaan (produsen) dan tulisan Halal (layak dikonsumsi),”jelasnya kepada Ambon Ekspres, Rabu(27/5).

Dijelaskan, produk yang diawasi ini bukan berarti termasuk barang ilegal. Namun,  produk-produk ini diawasi karena tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dan pengawasan ini dilakukan mulai dari tingkat distributor, swalayan dan di pasar-pasar tradisional.

BACA JUGA:  Disperindag Awasi Kemungkinan Penimbunan Barang

“Tidak menutup kemungkinan produk yang diawasi akan bertambah dari jumlah yang ada. Sebab, jika ada pengaduan dari masyarakat maka pengawasan pun akan lebih intensif. Mulai dari pangan berkemasan seperti, makanan-makanan impor, beras, dan juga alat-alat elektronik,”jelasnya.

Pengawasan ini dilakukan, lanjutnya, terhadap semua barang beredar yang berkemasan. Sedangkan pangan yang tidak berkemasan tidak diawasi, karena merupakan tanggungjawab dari instansi lain.

“Semua barang beredar dengan kemasan  akan kami awasi memenuhi standar atau tidak. Pengawasan ini dilakukan dua kali dalam seminggu. Biasanya jelang Ramadhan dan Lebaran produk yang diawasi akan bertambah,”tuturnya.

Dia juga berharap, masyarakat bisa menjadi konsumen yang cerdas dalam mengonsumsi sebuah produk terutama produk pangan. Pihaknya akan terus berupaya untuk mengawasi produk-produk impor yang ada di daerah ini, mengingat Maluku merupakan daerah konsumen.

“Masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih produk yang hendak dikonsumsi. Kami akan terus mengawasi produk-produk impor yang ada di Maluku, guna melindungi konsumen dari produk yang dapat merugikan konsumen itu sendiri,”ungkapnya. (IWU)

Most Popular

To Top