Jadi Tersangka, Wakapolres Direhabilitasi – Ambon Ekspres
Trending

Jadi Tersangka, Wakapolres Direhabilitasi

AMBON,AE— Lolos dari pengguna narkoba, penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku, akhirnya resmi menetapkan wakapolres Kepulauan Aru, Kompol UN, sebagai tersangka atas kepemilikan narkotika jenis sabu. Selain UN, dua anak buahnya juga akhirnya ikut terseret dalam kasus ini. Mereka dijadikan tersangka.

Kasubbdit II Diresnarkoba Polda Maluku, AKBP John Uniplaita menjelaskan, penetapan UN sebagai tersangka usai gelar perkara guna memastikan status dari perwira utama Polres Aru itu. “Setelah dilakukan gelar perkara sesuai dengan bukti yang ada, maka kita tetapkan dia (Kompol UN), sebagai tersangka atas kepemilikan barang itu,” jelasnya kepada sejumlah wartawan Rabu kemarin.

Menurut pria dengan dua melati dipundaknya itu,  proses penyelidikan  masih terus berjalan walaupun wakapolres sudah resmi jadi tersangka. “Proses masih berjalan, orangnya memang sedikit tertutup dan belum bisa membuka lebih jauh. Nah, ini yang sementara lagi diupayakan,” katanya.

Dia mengaku, tersangka sendiri nantinya akan dibawa ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku untuk dilakukan assesment dan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan apakah tersangka pencandu berat ataukah hanya biasa.

“Mungkin sore ini (kemarin red), akan kita bawa kesana (BNNP), untuk assesment, sehingga kita bisa mengetahui apakah dia sudah ketergantungan kepada narkoba ataukah memang hanya pemakai biasa. Kalaupun dia adalah pemakai maka nanti akan direhabilitasi. Bisa dipastikan setalah assesment itu,” paparnya.

Hasil assesment dari BNNP, menurutnya akan menentukan nasib lanjutan dari perwira menengah itu, namun penyidik hampir memastikan tersangka akan menjalani rehabilitasi, ditempat rehabilitasi sementara  di SPN Passo. Pria bermurah senyum ini kembali menegaskan, walaupun akan direhabilitasi tetapi proses hukum atas dugaan tindak pidana narkotika UN, berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku. “Proses tetap jalan, kami masih melakukan penyelidikan lebih jauh lagi. Hingga kasus ini benar-benar tuntas,” tegasnya.

Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi guna mengungkap dan menuntaskan kasus tersebut. “Tiga saksi dari internal dan satu saksi lainnya merupakan pihak eksternal. Tidak menutup kemungkinan ada saksi lain juga,” tandasnya.

Sementara soal dua oknum anak buah Kompol UN, yang diamkan dalam waktu yang bersamaan, perwira menengah polda Maluku itu, menambahkan masih berstatus sebagai terperiksa dan saksi. “Belum, mereka itu seperti yang telah disampaikan pak Dir (Direktur Resnarkoba) kemarin, yakni terperiksa dan saksi,” ujarnya.

Sanksi pidana atas perbuatan yang akan diterima Kompol UN yakni pasal 114, subsider pasal 127 ayat 1 huruf A. Undang-Undang nomor 39 tahun 2009, tentang narkotika. “Ancaman pidana penjaranya maksimal 20 tahun,” tutupnya.

Dengan ancaman itu,  pidana 20 Tahun, UN sendiri terancam diberhentikan dari dinas kepolisian. Terpisah Kepala Bidang Profesi Pengamanan Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Sutrisno, mengatakan pihaknya akan melakukan proses secara internal kepolisian sendiri, atas apa yang dilakukan oleh tersangka. Namun proses tersebut baru bisa berjalan, jika status hukum UN dinyatakan tetap berdasarkan putusan dari pengadilan, yang bersipat tetap.

“Kita akan tetap proses secara internal kita, bila pidananya sudah selesai. Atau putusan inkrah oleh Majelis hakim, pada Pengadilan Negeri. Karena prosedurny seperti itu. Kalau sudah inkrah maka bisa pecat, jangankan 20 Tahun, empat tahun penjara aja bisa dipecat,” kata pria dengan dua melati dipundaknya itu, Rabu sore kemarin.

Terpisah Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Maluku Gafar Bahta mengajak, para pelajar, mahasiswa dan pemuda di Maluku, untuk membantu pihak Kepolisian dan Badan narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku, untuk  pemberantasan narkoba itu.

“Efeknya sangat berat dan jangka panjang, untuk itulah kita sebagai pelajar dan pemuda sebagai garda terdepan Bangsa ini, harus membantu dan mendukung kedua lembaga itu dalam rangka pemberantasan narkoba, karena ini juga demi masa depan generasi kita kedepan,” katanya.

Bahta berharap Kapolda Maluku Brigadir Jenderal Polisi Murad Ismail, segera membuktikan apa yang telah disampikan dalam rangka pemberantasan narkoba di Maluku, tanpa tebang pilih. “Ini patut kita berikan apresiasi untuk pihak kepolisian terutama Pak Kapolda dan Direktur Resnarkoba dalam rangka pembasmian narkoba di Maluku. Dan semoga hal itu bisa dibuktikan,” tutupnya. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!