Perjuangan LIN Untuk Maluku Tunggu Payung Hukum – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Perjuangan LIN Untuk Maluku Tunggu Payung Hukum

AMBON, AE—Berakhirnya seminar pembangunan Kelautan dan Perikanan Maluku berbasis Laut Banda menjadi harapan bagi masyarakat Maluku untuk tetap memperjuangkan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).

Namun perlu memiliki landasan hukum yang sementara menunggu draft melalui Peraturan Presiden (Perpres). “Ini suatu perjuangan luhur untuk bisa menopang kebijakan nasional Maluku sebagai LIN sehingga perlu diperkuat dengan berbagai informasi, data, kajian dan penelitian.

Dihimpun 3 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yakni 714 Laut Banda, 715 Laut Seram dan sekitarnya, serta 718 Laut Arafura. Kita akhiri seminar yang berpusat kepada wilayah perikanan 714 Laut Banda,” tegas Kadis Perikanan dan Kelautan Maluku Romelus Far Far kepada sejumlah awak media di Balai Siwalima Ambon, Selasa (26/5) malam.

Dijelaskan dari 16 makalah yang dibawakan, kedepan panitia akan terus mencoba untuk merumuskan kembali seluruh makalah tersebut untuk bisa disampaikan ke publik dan diberikan kepada pemerintah pusat. Yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Bappenas, untuk diperkuat dalam perencanaan pembangunan kelautan dan perikanan untuk Maluku.

“Kita juga akan sampaikan ini kepada Gubernur Maluku Said Assagaf, sebagai pengarah dalam seminar ini. Kita akan menyampaikan ke DPRD Maluku sebagai perwakilan rakyat di daerah. Juga sebagai bentuk dan pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan ini.Semoga ini bisa disampaikan di tingkat nasional,” pintanya.

Menurutnya, masih ada satu dokumen pengingat lagi yakni dokumen ke empat untuk mengusulkan menjadikan Maluku sebagai LIN yang memiliki payung hukum. Untuk itu, perlu ditugaskan sekretaris kabinet untuk melakukan koordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan karena pembuatan Pepres merupakan kewenangan kementerian.

“Jadi MoU perjanjian kerjasama tadi, kita berkeinginan untuk menjadikan Maluku sebagai LIN. Ini harus ada keterkaitan dengan kementerian lain. Dan mengusulkan bahwa panitia penyusunan Pepres di Maluku yaitu Sekda sebagai Ketua Badan Pengelola LIN, Bapeda Maluku, Kadis Kelautan dan Perikanan Maluku, Kadis Indag, serta Badan Usaha Logistik Devisi Regional Maluku dan Malut,” bebernya.

Dirinya berharap, Menteri Susi Pudjiastuti segera menandatangi surat tersebut bersama dengan keanggotaan dan kementerian lembaga lain yang telah dikirim untuk pembahasan. Karena draft telah dikirimkan ke sekretaris menteri untuk diperiksa teknis Pepres untuk diserahkan ke presiden.

“Ini perjuangan agak melelahkan tetapi harus ditekuni terus. Terima kasih bagi semua pihak yang telah memberikan motivasi untuk kami berjuang,” tandas dia.

Sementara itu, Wakil Mentrei Perikanan dan Kelautan Alex Retraubun menambahkan, dengan dilaksanakan seminar selama dua hari  membawa hasil yang memuaskan. Karena seluruh masyarakat Maluku merasa terpanggil untuk Maluku sebagai LIN harus benar-benar terjawab.

Dan ini merupakan kekuatan terakhir untuk membangun Maluku. “Maluku sebagai LIN benar-benar membawa kesejahteraan bagi kita. Karena Indonesia barat sumber daya alam sudah finish (selesai, red), dan semua sekarang ini hanya ada di Indonesia bagian timur.

Dulu kita dianggap sebagai cadangan, tetapi sekarang masa depan ada di Indonesia bagian timur, yaitu Maluku,” terangnya.

Dikatakan, rakyat banyak membuat statement bahwa daerah Maluku banyak sumber daya alam. Namun nyatanya yang terjadi Maluku masih masuk urutan ke tiga daerah termiskin di Indonesia. Olehnya itu perlu menjadi pembelajaran dan tanggung jawab bagi semua pihak untuk bagaimana mengingatkan pemerintah pusat untuk tetap menjadikan Maluku sebagai LIN.

“Begitu bunyi LIN menggema secara nasional, daerah lain yang sementara ini rebut perhatian pempus untuk menjadi daerah LIN juga. Dan ini ancaman.

Tetapi saya sangat meyakini bahwa ikan yang ada di daerah lain tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan ikan yang ada di daerah kita. Dan semua terkonsentrasi di daerah kita (Maluku, red),” pungkasnya.(ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!