Lapak Semesta 6 Gadis Cantik – Ambon Ekspres
Pendidikan

Lapak Semesta 6 Gadis Cantik

Tak perlu mahal untuk menjadi cerdas. Tagline GMGM (Gerakan Maluku Memar Membaca) ini sangat sesuai dengan apa yang dilakukan enam orang gadis dalam mengapresiasi upaya membaca. Keenam gadis ini masing-masing Cahya Sidratulmuntaha, Reca Febriany, Nurul Ismail, Nurmina Sarluf, Setyawati Ningsi dan Maisyara Palembang.

Mereka secara rutin membuka lapak buku di Pattimura Park Lapangan Merdeka Ambon setiap dua pekan sekali dan menamai diri dengan sebut ‘Agen Semesta’.

Bermula dari kesamaan hobi menyatukan niat tulus mereka untuk berbagi. Tak hanya hobi, mereka juga punya mimpi yang sama, yaitu ingin memiliki perpustakaan pribadi. Awal pertemuan di dunia maya justru mengakrabkan mereka di dunia nyata dan kemudian membuat suatu komunitas membaca yang mereka namai Lapak Semesta.

Kecintaan mereka pada buku dan hobi membaca tak membuat mereka menjadi pelit. Mereka malah dengan gratis meminjamkan buku-buku yang mereka punya untuk dibaca oleh orang lain.

Buku-buku yang dijejerkan di Lapak Semesta berupa buku fiksi, non fiksi juga buku-buku umum.
“Buku yang kami punya rata-rata setelah selesai dibaca kemudian menjadi pajangan di rumah.

Jadi, daripada buku-buku hanya jadi pajangan dirumah, lebih baik kami buka semacam lapak untuk menjejerkan koleksi buku yang kami punya agar bisa dibaca oleh orang lain secara gratis,” kata Cahya Sidratulmuntaha salah satu agen semesta saat ditemui di Lapak Semesta yang dibuka di Kampus IAIN,  Kamis (28/6) kemarin.

Dia mengaku, meski sering ‘beroperasi’ di Pattimura Park, pekan ini mereka sengaja membuka Lapak Semesta di Kampus IAIN Ambon sejak hari Rabu tanggal 27 Mei kemarin hingga Sabtu 30 Mei dari jam 09.00-15.00 Wit.

Panas terik pun tak menghalangi niat para mahasiswa, serta pengunjung kampus lainnya untuk mampir di Lapak Semesta. Pengunjung dengan bebas memilih buku yang telah tersedia kemudian duduk di bawah pohon yang rindang untuk membaca.

“Dengan membaca, kita bisa mendimensikan tulisan kedalam pikiran dan membandingkannya dengan apa yang kita lihat dan alami. Membaca bisa mengunakan media apapun, gadget, koran, majalah bahkan buku. Hanya saja buku atau bentuk fisik lainnya lebih nyaman untuk  dibaca.

Kita seperti masuk langsung kedalam pemikiran penulis saat kita membaca buku tersebut,” kata Sari Fitaria Gay yang merupakan salah satu pengunjung lapak semesta saat ditanya tentang kecintaanya terhadap membaca kemarin. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!