Penyusul Vanath dari Bank – Ambon Ekspres
Trending

Penyusul Vanath dari Bank

AMBON,AE— Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Maluku, hingga kini masih melengkapi beberapa fakta dukungan termasuk menetapkan tersangka baru dalam perkara  Bupati kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Abdullah Vanath, dalam kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), pada tahun 2009 silam. Dua orang yang hampir pasti menjadi tersangka adalah dua mantan kepala bank.Kini berkas perkara dari bupati dua periode, yang tinggal menghitung waktu untuk meninggalkan jabatan tersebut, masih mondar-mandir diantara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejadi Maluku dan Penyidik Reskrimsus Polda Maluku, sambil menunggu keluarnya hasil audit dan perhitungan kerugian keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Direktur Reskrimsus Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Budi Wibowo menjelaskan,  petunjuk dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku,  meminta pihak penyidik Direskrimsus Polda melengkapi berkas perkara tersangka Abdullah Vanath, dengan melampirkan bukti hasil perhitungan kerugian keuangan Negara dari BPK dan menambahkan  tersangka tambahan.

“Jadi sejak awal kita gelar perkara itu memang indikasi kuatnya mengarah kepada dua mantan pimpinan kepala cabang Bank, periode 2006 dan 2008. Untuk 2006 pak Saimima dan 2008 Pak Marsita Yusuf, yang saat ini menjabat sebagai kepala operasional Bank Mandiri Pare-Pare,” jelasnya.

Namun penentuan nasib kedua pimpinan mantan kepala Bank Mandiri cabang pantai Mardika, kota Ambon itu, akan terlihat jika Hasil perhitungan kerugian keuangan Negara (HKPN) telah dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Lebih lanjut dia menambahkan, proses pengauditan dan perhitungan untuk BPK Maluku, kini sudah selesai dilakukan, hanya saja menunggu perhitungan  BPK RI, di Jakarta.

“Kita tunggu saja keluarnya HKPN dari BPK. Karena kalau laporan dari mereka (BPK), untuk Maluku itu sudah selesai, namun saat ini BPK pusat masih hitung, itukan mereka punya jaringan ke Jakarta.

Jadi biar disini sudah selesai harus diserahkan lagi ke pusat, jadi tinggal dari pusat saja ini. Kemudian hasil itu akan disahkan dari pusat itu (Jakarta red). Kalau sudah keluar dan kami terima, maka kita tinggal cocokan dengan hasil dari gelar kita yang sudah ada, jika sama, keduanya (mantan pimpinan Bank) langsung jadi tersangka,” paparnya.

Dia menjelaskan, dari hasil audit dan HKPN sendiri, pihak BPK, juga bakal merekomendasikan siapa saja yang terlibat bersama tersangka dalam kasus itu. “Itu pasti ada rekomendasinya, tetapi yang berhak menentukan tersangka itu kami (Polisi red). Jadi kita lihat saja hasilnya seperti apa. Namun kuat dugaan sesuai hasil gelar kami pada waktu itu (zaman Kombespol Sulistiono) memang kedua orang ini berdasarkan dari fakta-fakta yang ada,” terangnya.

Penuntasan kasus tersebut, kini berada di tangan BPK RI, terkait dengan hasil audit yang sampai saat ini belum juga terselesaikan, salah satu aktifis Himpunan Mahasiswa (HMI) Cabang Ambon, Bangsa Hadi Sella, mendesak pihak BPK untuk segera menyelesaikan proses tersebut. Karena jika tidak maka, BKP sendiri tidak mendukung proses pemberantasan korupsi di bumi Maluku.

“Kalau dengan kondisi seperti ini, maka kami bisa menuding bahwa BPK juga sengaja memperhambat proses ini. Padahal BPK selaku lembaga auditor, yang juga mendukung program pemberantasan korupsi, semestinya sudah menyelesaikan tugas mereka terlebih dalam kasus ini. Untuk itulah kami minta secepatnya BPK segera menyelesaikan tugas mereka dalam hal menyerahkan hasil audit itu kepada pihak kepolisian karena kalau terlalu lama maka akan mempengaruhi kinerja polisi juga,” pintahnya. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!