PLN Diminta Segera Perbaiki Kerusakan Mesin – Ambon Ekspres
Amboina

PLN Diminta Segera Perbaiki Kerusakan Mesin

AMBON, AE.—Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Jusuf Latumeten menegaskan, Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) harus segera mengkoordinasikan serta memperbaiki kerusakan kedua mesin pembangkit di PT Wika di Galala. Ini agar masyarakat tidak dirugikan dengan adanya pemadaman listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Memang sudah dikoordinasikan dengan kami sebagai mitra kerja, bawa ada terjadi kerusakan mesin di PT Wika dan hingga kini masih dilakukan penanganan. Namun kami minta PLN Cabang Ambon untuk bagaimana proses pelayanan ini semakin baik.

Apalagi sudah mendekati Bulan Puasa bagi umat muslim. Maka kami minta agar PLN lebih serius menanggapi permasalahan ini,” ungkap Latumeten kepada koran ini di DPRD Ambon, Kamis (28/5).

Politisi demokrat ini menjelaskan, perlu juga untuk memahami apa yang sedang dialami PLN saat ini. Dan proses penanganan dari PLN tidak boleh sampai di sini saja, tetapi harus benar-benar maksimal dalam melakukan perbaikan terhadap kedua mesin tersebut.

Akan tetapi, lanjut dia, perlu ada pemberitahuan yang dilayangkan kepada masyarakat Kota Ambon, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya alasan pemadaman selama beberapa hari ini.

“Jadi nanti PLN harus bisa sampaikan kepada publik bahwa memang pemadaman ini tidak disengaja dan karena kerusakan mesin, sehingga masyarakat bisa memaklumi.

PLN tidak harus diam, tetapi bicaralah agar masyarakat tahu sehingga apa yang benar-benar selama ini menjadi motto PLN, misalnya siap melayani masyarakat dengan baik, itu bisa dipertahankan,” pintanya.

Terpisah, anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Taha Abubakar menambahkan, perlu ada pemahaman dari masyarakat bahwa bukan manusia saja yang bisa sakit melainkan pada mesin pun bisa terjadi. Akan tetapi, paling tidak PLN harus mensosialisasikan kepada masyarakat sehingga para pengguna listrik tidak menyalahkan pihak PLN.

“Kita minta PLN untuk melakukan sosisalisasi kepada masyarakat terutama pengguna jasa listrik bila terjadi pemadaman. Baik kesalahan dari segi teknik atau sebagainya. Namun harus diberitahukan kepada masyarakat,” tandas Taha.

Menurutnya, sosialisasi maupun pemberitahuan bukan saja melalui media, tetapi bisa dilakukan dalam bentuk selebaran yang disertai jadwal pemadaman pada wilayah-wilayah tertentu. Ini agar masyarakat bisa mengetahui dan bisa mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan.

Karena jika berkaca dari permasalahan di tahun-tahun sebelumnya, bahwa musibah kebakaran yang diduga berawal pada saat terjadi pemadaman. “Bisa dilakukan lewat selebaran dengan jadwal pemadaman untuk wilayah-wilayah.

Sehingga masyarakat tahu kapan dan di wilayah mana yang akan terjadi pemadaman dan bisa diantisipasi sebelumnya,’’ pesan dia.

Dia berharap PLN bisa lebih jeli melihat permasalahan ini karena sudah menjelang bulan puasa bagi umat muslim. Jika memang ada terjadi kerusakan atau permasalahan menyangkut pemadaman, maka segera diinformasikan kepada masyarakat lewat media maupun selebaran.

Demi mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  “Kami sangat berharap PLN untuk segera antisipasi kejadian yang sedang dialami. Sehingga pada saat masyarakat muslim sedang menjalankan ibadah puasa, tidak terjadi pemadaman lampu,’’ pungkas dia. (ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!