Puluhan CPNS Keracunan – Ambon Ekspres
Trending

Puluhan CPNS Keracunan

AMBON,AE— Puluhan peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)  Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada lingkup pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur, terpaksa dilarikan ke rumah sakit umum setempat untuk mendapat perawatan medis, karena diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh panitia Diklat Prajabatan di Bula, Kamis (28/5). Mereka muntah-muntah dalam  ruangan Diklat hingga lemas.

Sumber Ambon Ekpres dari RSUD Bula menyebutkan, para peserta Diklat yang baru lulus seleksi Calon PNS Kategori Dua (K2) itu dilarikan ke rumah sakit pada sekira pukul 14 : 00 WIT. Hingga kemarin sore, sudah 28 orang yang di rawat di rumah sakit.

“Sementara ini (kemarin sore)  ada yang baru dibawa masuk lagi, jadi sudah sekitar 30 orang lebih yang ada di rumah sakit. Mereka pada umumnya muntah-muntah hingga lemas. Sehingga perlu diberikan pertolongan medis segera. Sekitar 18 orang yang harus infus, karena sangat lemas,” kata sumber, Kamis (28/5).

Dalam Diklat yang dibuka pada Senin (254/5) itu  diikuti oleh kurang lebih 200 peserta.  Mereka dibagi dalam  empat kelas. Peserta yang keracunan berasal dari semua kelas itu. Sebagian peserta, awalnya telah mengalami gejala-gejala keracunan sesaat setelah makan siang, namun langsung diberikan pertolongan segera di tempat Diklat sehingga tidak parah, mereka pun bisa kembali untuk mengikuti Diklat.

Sementara peserta lainnya tidak tahan dengan kondisi yang dialami, sehingga muntah-muntah di ruangan Diklat, jumlah mereka terus bertambah, membuat peserta lain dan panitia  Diklat menjadi panik.

Sempat diberikan  pertolongan seadanya di tempat Diklat, namun kondisi para peserta tersebut semakin memburuk. Diklat yang direncakana selama satu minggu itu pun terpaksa ditunda untuk membawa peserta yang keracunan ke rumah sakit. Selain diduga keracunan, kondisi para peserta itu, juga diduga karena terlambat makan siang saat sedang mengikuti Diklat.

“Yang paling disayangkan, makanan yang disediakan oleh panitia  itu, terutama nasi dan ikan saja sudah kelihatan tidak layak untuk dimakan, sudah basi tapi dipaksanakan saja. Apalagi mereka (peserta) terlambat makan,” ungkap sumber lainnya.

Sementara itu, hingga berita ini naik cetak, baik panitia Diklat Prajabatan maupun sejumlah petinggi di Polres SBT  belum berhasil dikonfirmasi terkait masalah ini. (MAN)

Most Popular

To Top