Tengens : Musprov Sebagai Awal Kejayaan IPSI Maluku – Ambon Ekspres
Olahraga

Tengens : Musprov Sebagai Awal Kejayaan IPSI Maluku

AMBON, AE.—Musyawarah Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Musprov IPSI) Maluku yang akan berlangsung 30 Mei nanti diharapkan menjadi momentum untuk mengembalikan kejayaan silat Maluku dan ini tugas utama yang harus dijalankan oleh Ketum IPSI Maluku periode 2015-2019.

Heygel Tengens, Ketum IPSI Kota Ambon memaparkan, Musprov tersebut harus menghasilkan langkah-langkah strategis bagi soliditas organisasi dan penciptaan pesilat-pesilat andalan di Maluku.

’’ Siapa pun yang terpilih dalam Musprov nanti,  saya tetap mendukung.Pererat rasa persaudaraan dalam mensukseskan program sinergi IPSI kedepan.Jangan ada lagi perpecahan di cabor asli Tanah Air ini,’’  tandas Tengens kepada Ambon Ekspres , kemarin.

Dikatakan, dinamika organisasi olahraga adalah suatu tantangan yang dinamis.Jika pengurus IPSI Maluku yang baru bisa menjawabnya, maka  organisasi tersebut akan terus mengharumi prestasi olahraga Maluku.’’ Bila masih ada kubu-kubuan di internal IPSI, tentu sulit bagi mereka untuk melahirkan pesilat berprestasi,’’ jelasnya.

Olehnya itu, lanjut Tengens, IPSI Maluku sangat butuh sosok pemimpin yang berjiwa nasionalis, punya kualitas, memahami cabor silat secara utuh, pintar cari relasi (sponsor) dan yang lebih penting adalah harus punya finansial.’’

Kalau mengincar kursi IPSI Maluku untuk mencari keuntungan, maka dengan sendirinya organisasi itu akan hancur.Jadi butuh figur yang ikhlas dan rela berkorban untuk membesarkan cabor silat,’’ bilangnya.

Menurut Tengens, perpecahan antar pengurus tidak akan terjadi kalau semua orang mampu memahami tugas dan tanggung jawab sebagaimana mestinya.’’  Saya yakin IPSI Maluku akan maju bila pengurusnya memahami tupoksinya masing-masing,’’ katanya.

Tengens juga mengajak semua pengurus silat untuk lebih mencintai pencak silat, yang saat ini sedang dibutuhkan membangun karakter generasi muda Maluku.’’ Jika  tradisi silat tetap dilestarikan dengan cara menghidupkan seluruh perguruan, seyogyanya membentengi generasi muda dari hal-hal yang negatif dapat diantisipasi,’’ tutur dia.

Heygel menambahkan, sebagai warisan budaya Indonesia silat perlu dikembangkan mulai dari usia dini sejak TK,SD, SMP dan SMA.’’ Silat harus menjadi kegiatan rutin. Karena, dari kegiatan silat itu lah, anak-anak nantinya bisa mengenal budaya asli Minangkabau itu  secara lebih luas,’’  ujarnya.

’’ Sudah saatnya Dispora Maluku bentuk PPLP untuk cabor silat.Sebab, di daerah lain, seperti Sulsel, Sulut hingga Maluku Utara sudah terbentuk,’’  usul Tengens.(ZAL)

Most Popular

To Top