Warga Mengamuk di SPBU Namlea – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Warga Mengamuk di SPBU Namlea

NAMLEA,AE—Mengantri sejak tengah malam hingga pagi hari, namun tidak mendapat kebagian membeli BBM jenis solar membuat puluhan warga mengamuk. Mereka mempertanyakan solar yang langka di SPBU Namlea. Padahal, sesuai perhitungan masih bisa terjatah.

Kekesalan warga dipicu lantaran, usai mengisi kurang lebih 30 mobil dengan kapasitas rata-rata 40 liter, petugas SPBU sudah menentukan batas sampai mobil yang ditunjuk. Padahal dibelakang kendaraan itu, masih banyak yang antri.

Alhasil, kecewa bercampur emosi tidak tertahankan. Puluhan warga yang tidak lain merupakan sopir truk dan mobil berbahan bakar solar mengamuk hingga mengundang perhatian masyarakat yang berlalu lalang didepan SPBU Namlea.

Bahkan ada warga yang mengancam akan membom SPBU yang dinilai tidak becus melayani masyarakat tersebut dengan nada bicara yang tinggi sambil berjalan menuju arah bak penampung BBM milik SPBU. Hal itu menuai emosi dari istri pemilik SPBU yang akrab disapa Ibu Nu.

Adu mulut tidak terhindarkan. Ibu Nu juga memaksa agar salah satu anaknya dibiarkan berkelahi dengan salah satu warga yang melakukan pengecekan langsung ke bak penampung BBM karena warga tersebut sudah menghina dan memaki anaknya yang juga merupakan salah satu anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai Gerindra yakni Beng Duila.

Polisi yang sudah ada di TKP langsung menenangkan suasana dan meminta kepada warga untuk mendatangi langsung Pertamina Namlea dan DPRD untuk mempertanyakan kejadian yang diduga sudah sering terjadi sejak lama itu.

Kepada Ambon Ekspres di TKP, para sopir mengatakan, hal seperti ini sudah sering terjadi dan sudah lama. Namun tidak ada yang bisa menghalau hal itu. “Kami hanya pembeli. Kalau sudah bilang tidak ada, ya kami harus pergi,” ujar sopir truk yang enggan namanya dikorankan.

Namun, lanjut dia, lama kelamaan kejadian habisnya solar secepat kilat itu menjadi pertanyaan besar dibenak para sopir.

Dikatakan, sesuai penglihatan dirinya sejak subuh dan sejak mobil tangki Pertamina mengisi di SPBU, baru sekitar 30 mobil. Satu mobil kapasitas 40 liter. Dan jika 30 mobil mobil yang terisi baru 1200 liter solar yang keluar sementara yang diisi dari Pertamina 5000 liter. Yang dipertanyakan, kemana 3800 liter lainnya ?

Dalam penjelasannya kepada beberapa polisi yang menenangkannya, Ibu Nu yang terlihat sementara sakit itu mengatakan, selama ini, SPBU miliknya sudah melayani masyarakat. Kalau BBM habis ya dikatakan habis.

Dirinya juga mengatakan, setiap hari, dirinya menyimpan BBM jenis solar sebanyak 3 drum untuk persiapan jika ada yang datang meminta bantuan mendadak seperti polisi dan tentara yang sering datang meminta beli solar.

Tidak lama kemudian, datang perugas Pertamina Namlea yang langsung mengukur bak penampung BBM. Setelah itu, tanpa banyak basa basi, tiga orang petugas Pertamina dengan mobil berwarna putih itu kembali meninggalkan SPBU.

Pantauan Ambon Ekspres di SPBU juga tampak mobil pick-up jenis L300 yang memuat tangki BBM berbahan besi berukuran besar serta beberapa jerigen berwarna biru yang menjadi perhatian masyarakat. Para supir berteriak agar mobil tersebut diarahkan ke Polres Buru. Namun, pemilik mobil secepatnya melarikan mobil tersebut.(CR8)

Most Popular

To Top