PKL Demo Pemkot – Ambon Ekspres
Metro Manise

PKL Demo Pemkot

AMBON, AE— Puluhan PKL Batu Meja yang tergabung dalam Aliansi Peduli Masyarakat Pedagang (APMP) Batu Meja  mendatangi kantor Balai Kota Ambon. Mereka meminta  pertimbangan dari pemerintah terkait jadwal penggusuran  sebanyak 28 kios di Jalan Ahmad Yani pada 31 Mei 2015 ini.  Puluhan  kios  disepanjang  jalan tersebut  ketika digusur maka akan menghilangkan  mata pencaharian. Hal ini  disampaikan, perwakilan PKL Sandra Huwae, disela-sela aksi itu Ambon, Jumat (29/5).

Dia meminta keadilan dan  perlindungan  terhadap tempat usaha yang dipandang pemkot illegal. Dia meminta  pedagang  di Batu Meja diperlakukan sama dengan  pedagang lain di Kota Ambon. ‘’Jangan menaruh benih kesengsaraan sehingga harus ditanggung PKL. Pemkot  boleh  meningkatkan aturan penertiban dan penataan  namun kehidupan warga perlu dipikirkan sebab sebagian besar masyarakat kota dibesarkan di pasar. Kami meminta keadilan. Jangan tebang pilih. Minimal ada lokasi lain yang tidak illegal,” katanya.

Menurut dia, PKL bukan ibarat bola yang mudah ditendang tanpa ada rasa kemanusiaan. Apalagi mau digusur. ‘’Minimal ada lokasi baru sebagai jawaban yang tepat,” tandas dia.

Korlap APMP Batu Meja, Ismail Borut menandaskan, perlu ada perlindungan terhadap PKL. Olehnya  itu, nasib PKL menjadi kunci untuk sama-sama mengeluarkan aspirasi. “Aksi ini damai dan kami merasa mengeluarkan aspirasi ini sebagai bentuk dan tanggung jawab selaku lembaga kemahasiswaan yang menjadi perpanjangan  tangan aspirasi masyarakat Kota Ambon termasuk PKL,” tandasnya.

Dikatakan, pihaknya tetap menghormati aturan pemerintah dalam melakukan penataan dan penertiban sehingga  tidak terkesan kumuh. ”Kami merespons baik kota ini  bebas dari pemukiman kumuh maupun  pedagang liar. Tapi minimal pemkot bisa mengatur dengan bijak  sehingga tidak dipandang tebang pilih,” katanya.

Ketua Paksi Maluku, Santos  Walalayo yang juga turut hadir mengatakan, keberpihakan  Pemkot Ambon seharusnya merata. Dia meminta DPRD Kota Ambon juga berperan aktif memelihat kondisi tersebut. Sebab jika digusur maka sama halnya pemkot mencabut mata pencaharian pedagang di Kota Ambon. ”Minimal ada penyediaan lokasi dan bukan  sebaliknya menghilangkan  mata pencaharian,” ungkapnya.

Sekretaris Kota Ambon, A.G Latuheru yang menemui pendemo mengatakan, pedagang di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Batu Meja akan digusur apabila surat pemberitahuan Pemkot Ambon tidak diindahkan. Dikatakan, bangunan itu illegal karena tidak memiliki  IMB dan  SIU/SITU. Olehnya itu harus digusur. “Kami tetap akan  menggusur dalam waktu dekat  sesuai surat tersebut. Pedagang disana pekan lalu sudah dimediasi untuk membicarakan hal tersebut dan semua menyepakati untuk sendiri membongkar sebelum petugas Satpol PP melakukan pembongkaran,” kata  dia.

Dirinya mengaku menghargai aspirasi ini, Hanya saja lokasi berjualan itu bukan pasar. Sebab  PKL  sudah difungsikan  ke tiga tempat yakni  Mardika, Tagalaya dan Valentine. “Semua pedagang liar sudah di data oleh disperindag, termasuk PKL Batu Meja. Meskipun ada  bangunan  permanen  sudah  berdiri   tapi  tidak  memiliki IMB tetap akan di bongkar,” tegasnya.(AID)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!