2 Rektor Korbankan Mahasiswa – Ambon Ekspres
Trending

2 Rektor Korbankan Mahasiswa

AMNBON,AE— Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XI Maluku dan Maluku Utara, Zainudin Notanubun menaruh perhatian besar terhadap nasib para mahasiswa di Universitas Darussalam Ambon. Setelah menggelar pertemuan dengan civitas akademik di kampus merah itu, hari ini Notanubun meminta Direktorat Pendidikn Tinggi untuk membuka kembali Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Unidar.

“Besok ( hari ini-red) saya ke Dikti, meminta agar PDPT dibuka lagi. Biarlah persidangan berjalan, yang penting kita selamatkan para mahasiswa dulu,” kata Notanubun, Minggu (31/5).

Dikatakan, PDPT Unidar telah ditutup dalam waktu tiga semester. Bila ditutup hingga empat semester, para mahasiswa dan semua civitas di Unidar bisa merugi,  karena semua program studi akan ditutup bila PDPT tidak dibuka.

“Kalau sampai empat semester tidak dibuka, maka Unidar bisa tutup. Yang rugi, semua elemen di kampus itu.  Kelompok A atau kelompok B, semua rugi. Terutama para mahasiswa,” tegasnya.

Apakah PDPT dapat dibuka, Notanubun memastikan hal itu. Dikti, kata Notanubun hanya menanti laporan dari Kopertis tentang kondisi Unidar. “Setelah saya sampaikan (laporan) tentang kondisi Unidar, kan kita sudah pertemuan. PDPT pasti dibuka. Sekali lagi, ini demi para mahasiswa,” tegasnya.

Pada pertemuan dengan para dosen dan pimpinan Unidar pada Sabtu (30/5), Notanubun juga menghimbau  rektor untuk mempertimbangkan kembali status empat pejabat di lingkup Unidar yang dibebas tugaskan beberapa waktu lalu.  Empat pejabat yang diakui melakukan pelanggaran kode etik itu antara lain, wakil rektor I Komaruddin MP, warek III Dr Syawal Zakaria, dekan Fakultas ekonomi Dr Farida Mony dan Dekan fakultas Teknis Kimin ST, MT.

Mereka dinilai melanggar sumpah jabatan, dimana dalam sumpah jabatan disebutkan bahwa tetap menjaga rahasia jabatan sebagai pimpinan di kampus. “Saya arahkan agar bicara secara persuasif  untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Rektor dan para dosen harus selesaikan masalah-masalah diinternal dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu Juru Bicara Ibrahamin Ohorella, Husain Latuconsina mengatakan, pimpinannya telah mengeluarkan instruksi untuk proses perkuliahan kembali dijalankan seperti biasa. Bagi dosen maupun pegawai yang melanggar perintag, akan dikenai sanksi.

“Menginstruksikan agar perkuliahan tetap berjalan har Senin ini. Karena ini adalah instruksi bukan himbauan, maka bagi siapapun yang tak patuh, akan dikenai sanksi,” ujar Ohorella seperti disampaikan Husain kepada Ambon Ekspres secara terpisah, sabtu (30/5) seusai rapat bersama di Kampus Tulehu, pagi yang dihadiri wakil rektor I Komaruddin dan warek III Syawal Zakaria, Koordinator Kopertis, dosen dan mahasiswa.

Selain itu kata dia, mulai Senin (1/6), pembayaran gaji dosen Yayasan Unidar untuk bulan Mei dilakukan secara manual. Ini merupakan bagain dari evaluasi terhadap dosen yang selama beberapa minggu, tidak memberikan kuliah kepada mahasiswa.

“Karena ditakutkan, ketika gaji mereka ditransfer via rekening, namun tidak melakukan kewajiban sebagai dosen. Mekanismenya, mereka datang dan paraf tanda terima gaji di bendahara di Kampus Tulehu,” ungkapnya.

Rektor kata dia, juga berjanji akan membuka PDPT Unidar. Hari ini dia akan bertemu Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementrian Riset dan Perguruan Tinggi di Jakarta bersama koordinator kopertis Wilayah Maluku dan Maluku Utara Zainudin Notanubun.

“Ini merupakan hasil kesepakatan rapat bersama di kampus Tulehu sabtu pekan kemarin. Pak Koordinator Kopertis juga menggaransikan akan membuka PDPT Unidar Ambon pada hari senin (hari ini-red),” katanya.

Soal permintaan imbauan kepala Kopertis agar rektor mempertimbangkan kembali  status empat pejabat di lingkup Unidar yang dibebas tugaskan beberapa waktu lalu, kata Husain, sudah diakomodir. Apapun sanksi yang diberikan oleh yayasan terhadap mereka terhadap pelanggaran kode etik yang dilakukan, rektor tetap menerimanya.

“Soal sanksi yang akan diterima, itu urusan belakangan. Kalau keputusan yayasan bahwa mereka kena teguran keras yah rektor pun tetap mengikutinya. Makanya untuk sekarang ini, keempat pejabat tersebut menjalankan tugasnya seperti biasa sesuai kesepakatan kopertis dengan rektor,” ungkap ketua program studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan  dan ilmu kelauatan ini.

Sementara itu, dalam rilis yang diterima Ambon Ekspres, pihak Plt Rektor Unidar Farida Mony yang diangkat melalui Surat keputusan Yayasan Darussalam nomor 01/YD/SK/V/ 2015 tertanggal 28 Mei 2015, mendukung pengaktifan kembali PDPT. Namun menurut mereka, Ohorella tidak punya hak lagi untuk menjadi rektor.

“Prinsipnya pihaknya mendukung upaya yang dilakukan oleh Koordinator Pergurun Tinggi Swasta (kopertis) Wilayah VII Maluku dan Maluku Utara untuk mengaktifkan kembali Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) Unidar Ambon guna memperlancar proses pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” demikian bunyi poin pertama dari rilis yang ditanda tangani oleh Dekan Fakultas Teknis Unidar Kimin itu.

Juga disebutkan, penonaktifan Ohorella dan pengangkatan Mony merupakan bentuk penyelamatan terhadap Unidar. Kepemimpinan Ohorella dinilai melahirkan masalah di kampus merah itu.

“Dengan kondisi Unidar yang saat ini berada di ranah hukum, maka surat keputusan nomor 01/YD/SK/V/2015 yang dikeluarkan oleh Yayasan Darussalam Ambon tentang penonaktifkan Ibrahim Ohorella dari jabatan rektor dan pengangkatan Farida Mony sebagai plt rektor Unidar, adalah langkah yang tepat demi menyelamatkan Unidar dari keterpurukan yang mengarah pada kehancuran,” kata Kimin sebagaimana poin kedua rilis tersebut.

Terkait dengan hal itu Plt rektor telah memgambil langkah-langkah penyelamatan kampus dengan menata kembali kegiatan perkuliahan. Farida juga mengimbau seluruh civitas akademika Unidar untuk aktif menjalankan perkuliahan sebagaimana mestinya.

Salah satu mahasiwa Unidar, Mira mengaku sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh koordinator Kopertis tersebut. Langkah itu yang harus didukung dan diikuti semua pimpinan pada kampus itu.

“Kalau sampai empat semester tidak dibuka, siapa yang mau bertanggung jawab atas nasib kami. Semoga para pimpinan di Unidar juga bisa ikuti langkah koordinator Kopertis, bisa selesaikan semua masalah demi mahasiswa dan demi masa depan Unidar,” katanya.(MAN/TAB)

Most Popular

To Top