Bursel Harus Segera Belum Miliki Damkar – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Bursel Harus Segera Belum Miliki Damkar

Kabupaten Buru Buru Selatan (Bursel) hingga saat ini belum memiliki armada pemadam kebakaran (Damkar). Dampaknya, beberapa pristiwa kebakaran yang terjadi di Namrole, ibukota kabupaten, petugas dan masyarakat kesulitan memadamkan api.

Keberadaan armada pemadam kebakaran sangat penting, karena disaat terjadi peristiwa kebakaran, dapat meminimalisir meluasnya areal kebakaran, dan juga kerugian materi.

Belum adanya Damkar harusnya menjadi masalah serius bari Pemkab Bursel. Olahnya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru Selatan yang dikomandoi Bupati Tagob Soedarsono Soulisa dan wakilnya Ayub Seleky harus segera melakukan pengadaan Damkar itu.

Seperti musibah kebakaran yang terjadi pada April lalu, yang menghanguskan 7 rumah warga dan kantor KPU Bursel, adalah akibat belum adanya pemadam kebakaran. Tidak adanya Damkar menyebabkan api terus membesar dan meluas.

Beruntung partipasi masyarakat dan sejumlah pihak swasta dengan suka rela bergotong royong memadamkan api dengan alat seadanya.

“Saatnya Pemkab Bursel malakukan pengadaan mobil Pemadam kebakaran, karena armada tersebut sangat penting ketika terjadi kebakaran,” ujar Solaiman Tasane salah satu warga  Labuang, belum lama ini.

Kata dia, tidak mungkin ketika  peristiwa atau musibah  kebakaran terjadi, masyarakat harus datang dengan tangan hampa atau dengan ember untuk memadamkan api. Selain tidak efektif, dengan peralatan seperti itu akan sangat beresiko terhadap keselamatan jiwa.

“Pengadaan mobil Damkar itu bukan untuk siapa-siapa, tapi ini adalah kebutuhan yang mendesak,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bursel Arwa Waris mengaku, dalam pembahasan APBD tahun 2015, dewan telah mengusulkan agar  segera dianggarkan dana untuk pembelian mobil Damkar.

“Kita sudah anggarkan dalam APBD, namun semuanya tergantung dari Pemkab, apakah mereka punya niat baik untuk membeli mobil Damkar atau tidak,” tandasnya.

Selain dewan telah memintakan Pemkab untuk mengalokasikan anggaran pengadaan Damkar tahun 2015, juga pada tahun 2014 lalu dewan menganggarkan dana untuk membeli mesin pembangkit listrik  guna membantu mesin yang sudah tua.

Namun kenyataannya, Pemkab tidak membeli mesin Pembangkit Listrik, dan anggaran itu diduga dialihkan untuk kepentingan yang lain. “Tahun lalu itu sudah kita anggarkan dan  Rp 1,2 miliar untuk beli mesin pembangkit listrik. Namun kenyataaanya, mesin tidak dibeli tetapi anggarannya dipergunakan untuk kepentingan yang lain,” ujarnya tanpa mau merinci.

Olehnya itu, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk melihat hal ini. “Kalau Pemkab menganggap mobil Damkar penting, pasti mereka akan berupaya untuk membelinya.

Sebaliknya kalau mereka menganggap tidak penting, pasti mereka tidak akan membelinya.Jadi, semuanya berpulang kepada Pemkab Bursel, apakah mereka mau membeli atau tidak,” tegasnya.  (ESI)

Most Popular

To Top