Disperindag Diminta Lakukan Pengawasan Pasar – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Disperindag Diminta Lakukan Pengawasan Pasar

Menjelang bulan Ramadhan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru diminta segera melakukan pengawasan pasar. Biasanya setiap jelang Ramadhan harga-harga di pasar merangkak naik. Sudah begitu sejumlah kebutuhan pokok menjadi langka di pasar, kalaupun ada harganya meroket.

Permintaan ini disampaikan sejumlah warga kepada koran ini beberapa waktu lalu. Menurut beberapa warga, tanda-tanda kelangkaan dan naiknya harga beberapa kebutuhan pokok sudah mulai terlihat di pasar. Dan sejauh ini belum ada pengawasan dari Disperindag.

Mirna, salah satu warga Namlea mengaku, beberapa kebutuhan pokok di pasar yang mulai mengalami pergeseran harga diantaranya telur, gula, dan rempah-rempah.

“Kalau untuk bahan rempah-rempah sekarang sudah tidak dijual eceran dengan harga terendah Rp 2000 per bungkusnya, tapi sudah dinaikan Rp 5.000,” sebutnya.

Sejumlah warga, akui dia, juga mulai mempredikasi harga-harga akan terlihat mencolok saat mendekati awal bulan Ramadhan. “Kalau kita predikasi beberapa hari lagi bahan-bahan keperluan untuk bulan Ramadhan nanti akan naik seiring banyak permintaan dari konsumen,” sebutnya.

BACA JUGA:  Disperindag Diminta Operasi Pasar Jelang Kenaikan BBM

Untuk itu, kata dia, Pemerintah dalam hal ini Disperindag Buru segara melakukan langkah antisipasi sehingga tidak terjadi kenaikan harga. Salah satunya dengan menambah stok bahan kebutuhan pokok.

“Namlea yang biasa menjual sayur-mayur ke luar Namlea seperti ke Ambon, Namrole dan Sanana, tapi kenapa harga sayur-mayur di Namlea sendiri menjadi mahal harganya,” herannya lagi.

Karena itu, kata dia, Disperindag harus segera bertindak sebelum harga-harga kebutuhan pokok terus melonjak. “Harus ada monitoring atau pengawasan pasar secepatnya. Jangan sampai semua harga bahan naik,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah warga lainnya juga meminta Disperindag melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) agar mempertimbangan harga atau tarif kendaraan pick-up dalam mengangkut barang.

“Sesuai keluhan penjual, mahalnya harga bahan pokok disebabkan pula dari mahalnya tarif angkutan pick-up. Dan untuk menutupi mahalnya tarif angkutan itu para pedagang terpaksa harus menaikan harga bahan yang akan dijual di pasar,” tandasnya. (CR8)

Most Popular

To Top