Potret Pendidikan Maluku Bisa Terbaca Lewat GMGM – Ambon Ekspres
Pendidikan

Potret Pendidikan Maluku Bisa Terbaca Lewat GMGM

Lomba menulis Artikel Pendidikan Maluku dan Cerita Rakyat Maluku yang dilaksanakan Koran Ambon Ekspres dan Pemerintah Provinsi Maluku melalui program Gerakan Maluku Gemar Membaca (GMGM) beberapa waktu lalu, dapat dijadikan “cermin” keadaan pendidikan di Maluku.

Hal tersebut disampaikan salah seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Ambon, Edo Luturmas. Menurutnya, kalau seseorang ingin mengetahui perkembangan maupun potret pendidikan di Maluku bisa melalui rubric GMGM yang di terbitkan Koran Ambon Eskpres.

Katanya, dalam lomba penulisan Artikel Pendidikan Maluku banyak tergambar kondisi pendidikan Maluku. Selain itu, keikutsertaan siswa, guru dan masyarakat pada lomba tersebut bisa dijadikan tolak ukur mengetahui perkembangan pendidikan di Maluku.

“Kalau ingin tahu potret pendidikan Maluku, baca saja GMGM di Koran Ambon Ekspres. Saat lomba, ada berbagai tulisan mengenai pendidikan Maluku dan kualitas penulisan bisa dijadikan referensi kemampuan siswa,” terangnya.
Untuk itu, dia berharap, GMGM dan Lomba Menulis Artikel Pendidikan Maluku dan Cerita Rakyat Maluku dapat dilangsungkan setiap tahun.

Karena terdapat sejumlah hal positif, berupa saran bahkan kritikan yang bisa dijadikan bahan untuk pembangunan pendidikan di Maluku. “Secara tidak sadar, program ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk perduli dengan pembangunan pendidikan di Maluku. Jadi ini penting untuk dilaksanakan,” ujarnya.

Selain itu, dari pelaksanaan lomba menulis tersebut ada nilai positif yang di dapat masyarakat. Misalnya, mulai meningkatnya minat baca dikalangan masyarakat juga dengan pelajar.

“Secara tidak sadar, GMGM telah mulai memperlihatkan manfaatnya di tengah masyarakat. Orang mulai merasakan pentingnya membaca, walau memang belum secara signifikan.Tapi perubahan itu ada,” ungkapnya.

Lanjut Luturmas, lomba penulisan yang dilaksanakan dalam program GMGNM tersebut memiliki kelebihan dan keunikan. Berbeda dengan lomba penulisan biasanya, setiap karya yang diikutkan pada lomba tersebut dipublikasikan.

Hal tersebut, terangnya, memberikan menjadi sebuah penghargaan tersendiri bagi peserta lomba, karena karyanya berupa ide dapat tersampaikan dan diketahui semua orang lewat publikasi. “Ini yang membedakan lomba tulis di GMGM dengan lomba tulis lainnya yang biasa hanya dijadikan dokumen ‘mati’, tidak diketahui khalayak. Ini sebuah penghargaan bagi penulis atau peserta lomba,” paparnya.

Yang paling penting dari itu, katanya, tulisan yang dinilai terbaik akan di-buku-kan dan di sebar di sekolah dan di perpustakaan. “Ini yang luar biasa bagi penulis. Karena idenya dapat diketahui semua orang, bukan hanya di Maluku bahkan di Indonesia,” katanya.

Untuk itu, Luturmas sangat mengapresiasi GMGM yang diprogram Koran Ambon Ekspres dan Pemerintah Provinsi Maluku. “GMGM ini sangat positif bagi pembangunan pendidikan. Mungkin manfaatnya belum begitu terasa saat ini, tapi kedepan hasil akan terlihat jelas,” pungkasnya. (ADI)

Most Popular

To Top