Program Gemar Gencar Disosialisasikan di Sekolah – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Program Gemar Gencar Disosialisasikan di Sekolah

Gerakan Magrib Mengaji (Gemar) yang merupakan program yang dicetuskan oleh Bupati Buru Ramly Umasugi sekarang terus gencar disosialisasikan di sekolah-sekolah. Program yang dinilai program unggulan tahun 2015 ini mendapat dukungan dari seluruh instansi pemerintah dan masyarakat, termasuk dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Buru.

Kepala Kementrian Agama Kabupaten Buru, Taslim Tuasikal mengaku, program Magrib Mengaji atau Gemar itu merupakan program mulia yang memiliki tujuan mulia yakni mencerdaskan anak negeri Bupolo dengan program tersebut.

Kementerian Agama, lanjut dia, sejauh ini sudah turun langsung melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada dalam lingkup Kementerian Agama, termasuk juga mendatangi TPA-TPA yang ada di kabupaten berjuluk Bupolo itu.

“Semua siswa yang ditemui di tempat-tempat sosialisasi mengaku senang dengan informasi ini, mereka diberitahukan kedepan manfaat program ini banyak,” tandasnya.

Dirinya juga sudah membantu Pemerintah Daerah untuk membuat rumusan Peraturan Daerah (Perda) terkait dengan program Gemar.“Seluruh orang tua siswa di Kabupaten Buru harus bisa memahami dengan baik manfaat dari program Gemar.

Pasalnya, ada beberapa persyaratan yang tertera dalam Perda nanti yakni, siswa yang akan melanjutkan sekolah ke tingkat SMP tidak akan diterima jika tidak memiliki sertifikat/ijazah mengaji dari TPA di lingkungannya,” ujarnya.

Sementara beberapa kepala madrasah di Namlea mengaku, pihak sekolah juga melanjutkan informasi terkait dengan hasil sosialisasi program Gemar ini, baik kepada siswa maupun kepada masyarakat dalam hal ini orang tua siswa.“Pencanangan program ini direncanakan akan dilakukan pada bulan Ramadhan nanti,” ujarnya.

Pemandangan lain terlihat di Namlea yang membuat sebagian besar orang tua enggan memasukan anak mereka ke salah satu TPA di Kota Namlea. Pasalnya, setiap hari Jumat, mulai dari jam 8 pagi hingga waktu sholat Jumat, santri dan santriwati dari salah satu TPA di Namlea melakukan aksi yang membuat sebagian besar masyarakat Kabupaten Buru risih.

Pasalnya, santri dan santriwati yang masih anak-anak itu menjadi peminta-minta sumbangan dengan membawa kaleng dan juga kardus di areal lampu merah Simpang Lima, Namlea.

Kondisi tersebut juga mengundang keprihatinan dari warga lainnya. Salah satu warga Namlea, Abdul mengaku, dalam beberaoa kesempatan di TPA tersebut tidak aktifitas mengaji.

“Kalau mau minta sumbangan, buat proposal atau datangi rumah-rumah warga dari pada membiarkan santri dan santriwati yang masih kecil-kecil itu berdiri dibawah terik panas matahari dengan bahaya kendaraan yang berlalu lalang di jalanan hanya untuk meminta sumbangan,” tandasnya.

Ia berharap, Pemkab Buru atau instansi terkait dapat melihat kondisi yang terjadi di TPA Namlea ini. “Paling tidak segera sudahi kegiatan tersebut, karena sangat menyita waktu belajar siswa,” ujarnya. (CR8)

Most Popular

To Top