Ada Upaya Hambat Proyek Nasional – Ambon Ekspres
Trending

Ada Upaya Hambat Proyek Nasional

BURU

Paket proyek Balai Pembangunan Jalan Jembatan Nasional Wilayah Maluku-Maluku Utara selalu menjadi rebutan. Monopoli kontraktor pada daerah-daerah tertentu bukan hal baru. Karena itu, ketika perusahaan lain ditetapkan sebagai pemenang tender di wilayah itu, selalu dihadang dan dibuat tak nyaman.

Kasus di Pulau Buru salah satunya. Tender dua bulan lalu di BPJJN Maluku-Malut menetapkan PT Putra Bungsu dan PT Nursyam mengerjakan paket proyek jalan disana. Besaran anggaran mencapai puluhan miliar rupiah. Ketika proyek akan dilaksanakan, mendapat tantangan baik dari Satuan kerja BPJJN disana, maupun dari kontraktor yang selama ini selalu mendapat jatah untuk Pulau Buru.

Bos dua perusahaan ini kewalahan menghadapi hambatan tersebut. Tujuan dari upaya menghalangi adalah, perusahaannya harus menyerahkan paket proyek tersebut kepada perusahaan yang selama ini selalu beroperasi tunggal mengerjakan proyek-proyek BPJJN disana.

Tekanan dari Satker, maupun upaya menghalangi dengan melibatkan elemen masyarakat dilakukan untuk membuat dua perusahaan itu tak nyaman. Mereka tetap berkeras menjalankan proyek pemerintah tersebut, namun upaya keras dari perusahaan milik salah seorang pengusaha kaya di Maluku ini juga terus dilakukan.

Koordinator  Moluccas Democratization Voice (MDV), Rizal Sangadji  mengatakan, upaya-upaya seperti itu mestinya tidak terjadi dalam proses suatu proyek. Semua pengusaha yang menjadi peserta tender harus tunduk pada aturan yang berlaku dan menjunjung tinggi sportivitas dalam mendapatkan paket proyek.

“Ini kan proyek negara, diperuntukkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, sangat berlebihan, bila ada upaya yang diduga diluar mekanisme untuk membatalkan hasil tender. Kalau itu proyek pribadi, silakan Anda memutuskan,” kata Sangadji, tadi malam.

Setiap kali penentuan pemenang tender tentu harus melalui tahapan yang ditentukan dengan aturan yang berlaku. Bila ada pengusaha yang menilai proses tender tidak berjalan sesuai mekanisme, maka dapat mengajukan keberataan dalam  masa sanggahan yang disediakan oleh panitai tender.

“Tapi kalau proses tender sudah selesai, baru ada upaya untuk membatalkan hasil tender, tentu tidak dapat dibenarkan. Apalagi, dengan cara-cara yang salah,” tegasnya.

Dikatakan, pembuat keputusan di BPJJN Maluku dan Maluku Utara jangan memberikan ruang bagi pengusaha yang ingin menganulir hasil kerja panitia tender, bila yang ditempuh adalah cara-cara yang tidak prosedural.

“Pengawasan ke bawah harus diperketat, jangan sampai upaya itu juga dilakukan oleh orang dalam juga, kan repot,”  katanya.

Sangadji mengatakan, bila petinggi di Balai Jalan lengah, bukan  tidak mungkin,  proyek yang menjadi objek rebutan itu, tidak terlaksana dengan baik.

Koordinator Mollucas Institute (MIU) Asman Poipessy mengemukakan, proyek jalan tersebut harus dilanjutkan. Siapa pun yang jadi pemenang, harus melaksanakan kewajiban, membangun jalan yang dibiayai dengan uang negara itu.

“Maksudnya, kan kalau semua tahapan tender sudah dilalui dan tidak ada masalah, ya tidak ada kata lain, selain pihak yang menang tender melaksanakan  proyek tersebut,” jelasnya.

Sudah terlambat bila ada pihak yang merasa keberatan dengan hasil tender dan kemudian melakukan upaya untuk membatalkan hasil kerja panitia tender. Semestinya itu dilakukan secara sportif dengan memanfaatkan masa sanggahan.

“Karena itu, kita minta kepala balai jalan untuk jangan biarkan upaya itu berhasil. Segera perintahkan pihak yang menang tender untuk mengerjakan proyek itu,” desaknya. (MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!