Bentrok Polisi Vs Catam – Ambon Ekspres
Trending

Bentrok Polisi Vs Catam

AMBON,AE— Puluhan calon tamtama Polri, mengamuk di kantor Samsat, Waihaong, tadi malam, setelah dinyatakan tak lulus untuk mengikuti test lanjutan. Sebanyak 150 calon tamtama digugurkan tanpa alasan yang jelas, padahal mereka telah lolos phisiko test, dan akan mengikuti tahapan selanjutnya. Kericuhan antara polisi dengan para calon tamtama yang gugur tak terelakan.

Kemarin semua calon brigadir polisi, dan  calon polwan, dikumpulkan di halaman Samsat Waihaong untuk mendengar pengumuman hasil test. Sementara calon tamtama datang untuk mengambil nomor test lanjutan setelah lolos phisiko test. “Disana kita akan membagi kelompok,” kata salah seorang calon tamtama yang namanya juga dinyatakan tak lulus.

Sampai disana, para calon tamtama yang sudah dinyatakan lulus itu, mendapat jawaban berbeda. Mereka yang datang dinyatakan tak bisa melanjutkan pada test berikutnya, meski lulus phisiko test. Mendengar keterangan pihak panitia, mereka mengamuk. “Kami Tanya alasannya, tapi tidak dijawab,” tandas calon  tamtama lainnya.

Pihak panitia tidak memberikan penjelasan terkait ketidaklulusan mereka. Mereka marah. Adu mulut hingga aksi kejar-kejaran, antara para calon tamtama dan anggota polisi bersenjata lengkap terjadi.

Puluhan calon tamtama berhamburan meningalkan tempat pengumuman hasi test, ada diantara mereka lari berkelompok masuk ke pemikiman warga, dan sebagian tetap berjalan tertib menuju jalan raya. Insiden ini sempat menjadi tontonan warga sekitar.

Kepada wartawan, calon tamtama yang digugurkan panitia mengaku, ada ketidakjelasan dalam seleksi kali ini, sebab calon tamtama yang dinyatakan lulus, tiba-tiba digugurkan tanpa alasan yang jelas,“Kami calon tamtama, sudah lulus tes phisiko. Dan sesuai informasi dari panitia kami calon tamtama disuruh datang untuk mengambil nomor dan dibagi kelompok untuk tes selanjutnya.“ tandas salah satu calon tamtama yang mewanti-wanti namanya dikorankan, kepada Ambon Ekspres kemarin (3/6).

Setelah menunggu hingga malam bersama calon lainnya, tiba-tiba panitia membacakan hasil seleksi tamtama.”Jadi setelah panitia membacakan hasil tes Pengetahuan Umum (PU) calon brigadir, kemudian panitia membacakan hasil tes tamtama, padahal kami sudah dinyatakan lulus, dan dijanjikan mendapatkan nomor untuk tes kesehatan kedua,” timpalnya.

Dia mengaku, sudah lima kali ikut test. “Saya sudah lima kali tes, tapi baru kali ini mendapatkan kejadian seperti ini,” kata dia. ” Tidak masalah saya kalau jatuh saat seleksi, karena saya bisa menyadari kekurangan saya, tetapi ini tanpa seleksi tiba-tiba kami digugurkan, ini kan aneh,” tandasnya lagi.

Sudah begitu, tambah dia, panitia memberikan penjelasan yang membingungkan kepada tamtama yang gugur. ”Mereka (panitia) mengatakan nama-nama yang dibacakan tidak gugur tetapi tidak bisa mengikuti tes selanjutnya, apa maksudnya ini. Tapi ada yang dinyatakan gugur, tapi tiba-tiba lulus lagi, ”cetusnya.

Ditambahkan, mereka yang tidak lulus akan mengambil langkah starategis untuk menyelesaikan persoalan ini.” Kami semua sudah sepakat, untuk mendatangi Polda Maluku esok (hari ini), bila kemungkinan terburuk menimpa kami, kami akan melaporkan ini ke DPRD,” katanya.

Dia berharap, Polda Maluku memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti tes selanjutnya.” Ya, harapan kami semua panitia memberikan kami ruang untuk mengikuti tes berikutnya, bila kami tidak lolos, karena kami bisa mengetahui kelemahan dan kekurangan kami jika tidak lolos. Kalau seperti ini jelas kami tidak terima,” pungkasnya.

Sementara itu Kabag Dalpres Polda Maluku, Komisaris Polisi Rudy, yang dikonfirmasi Ambon Ekspres, Rabu malam mengatakan, persoalan yang terjadi saat panitia hendak mengeluarkan pengumuman hasil tes phisiko, dan sekaligus membagi kelompok dalam rangka mengkuti tes seleksi kesehatan kedua. Namun saat pengarahan itu masih berlangsung sudah terdengar kegaduhan oleh para casis.

Entah siapa yang memulai hal tersebut. Tetapi lanjut Rudy, pihaknya telah bekerja sesuai dengan mekanisme.”Jadi yang terjadi tadi itu merupakan salah paham oleh para casis, karena belum mendengar penjelasan secara baik dari panitia seleksi. Kami sudah bekerja sesuai dengan prosuder yang ada, hanya salah salahpaham itu,” katanya saat dihubungi tadi malam.

Terpisah Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Ajun Komisaris Besar Polisi Hasanuddin Mukaddar mengatakan, kejadian itu, merupakan akumulasi kekecewaan casis terhadap panitia, akibat dari ketidakpaham casis saat mendengar penjelasan panitia.

Dia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, karena besok (hari ini red), ada keterangan resmi yang disampaikan dari pihaknya, secara langsung terkait insiden tersebut.

“Ini merupakan mis komunikasi. Namun besok baru ada penjelasan resmi atas kejadian itu. nanti besok kita ketemu langsung di Polda, dengan karo SDM dan pimpinan terkait,” tegas perwira menengah polda Maluku ini.(ARI)

Most Popular

To Top