Laporan Rektor Belum Dikaji Ombudsmen – Ambon Ekspres
Trending

Laporan Rektor Belum Dikaji Ombudsmen

AMBON,AE— Laporan Ibrahim Ohorella terkait penonaktifannya dari jabatan Rektor Universitas Darussalam (Unidar) Ambon  telah diterima Ombudsmen Republik Indonesia perwakilan Maluku. Ombudsmen akan menindaklanjuti setelah melalui  telaah laporan dan kelengkapan data.

Dalam laporan resmi yang telah disampaikan oleh rektor pada Senin (1/6), disertai sejumlah dokumen, diantaranya, Kartu Tanda Penduduk (KTP) rektor sebagai pelapor, Surat Keputusan (SK)  yakni SK pelantikan dirinya sebagai Rektor Unidar yang ditandatangani Ketua Yayasan Darussalam Maluku, Rusdi Sangadji, surat pengesahan Yayasan Pendidikan Darussalam yang dikeluarkan oleh kementerian hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bernomor : AHU-07444.50. 10.2014,  dan akta pendirian Yayasan Pendidikan Darussalam bernomor : 04/kep-17.3/1/2012  yang dibuat oleh notaris, Husain Tuasikal.

“Hari ini saya diminta oleh pak rektor untuk menyampaikan SK penonaktifan itu. Sementara dokumen yang lain, sudah disampaikan sebelumnya,” ungkap wakil II rektor Unidar Ambon, Ohorella  Hasna ketika ditemui di kantor Ombudsmen Perwakilan Maluku, seusai menyampaikan SK tersebut, kemarin.

Menyoal kepastian dari Ombudsmen untuk menangani masalah tersebut, Ohorella mengaku tidak mendapatkan informasi pasti. Dirinya hanya diminta untuk mengantarkan SK penonaktifan rektor. “Sebelumnya, kan juga sudah ada komunikasi antara pak rektor dengan kepala Ombudsmen, salah satunya tentang dokumen ini (SK). Sehingga, hari ini pak rektor meminta saya untuk menyampaikan. Itu saja,” katanya.

Sementara hingga kemarin, Ombudsmen belum memastikan bentuk pelanggaran yang diduga dilakukan oleh ketua Yayasan Darussalam Maluku Rusdi Sangdaji  dan  dekan Fakultas Ekonomi Unidar, Farida Mony  yang kini ditunjuk sebagai Plt rektor melalui SK Yayasan Darussalam Maluku.

Asisten Ombudsmen Republik Indonesia Perwakilan Maluku, Nur Iman Polupessy yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari Rektor Unidar Ambon, Ibrahim Ohorella tersebut. “Laporannya sudah masuk hari Senin (pekan ini). Sudah disertai dokumen-dokumen.  Hari ini pelapor juga menambahkan  dokumen lagi,” kata Polupessy di ruang kerjanya, kemarin.

Setelah menerima laporan berikut dokumen pendukung, Ombdusmen akan menelaah untuk memastikan, apakah mereka punya kewenangan untuk menangani perkara itu ataukah tidak. “Kita tidak bisa langsung menyelidiki sebelum memastikan bahwa ini merupakan kasus yang masuk dalam wewenang Ombudsmen atau tidak,” katanya.

Bila kasus ini  patut ditangani oleh Ombudsmen, maka  semua dokumen yang telah disampaikan oleh rektor akan diteliti oleh Ombudsmen. Setelah itu,  mereka akan memanggil pihak-pihak terkait, utamanya  pihak  terlapor untuk dimintai keterangan.

“Saat ini pak kepala Ombudsmen perwakilan Maluku sedang berada di luar daerah. Setelah tiba, kita sampaikan dokumen –dokumen tersebut. Setelah pak kepala melihatnya, kemudian dibawa ke rapat bersama antara kepala ombudsmen Maluku dan semua asisten untuk menentukan patut tidaknya kasus ini kami tangani,” terangnya.

Dia menegaskan, bila hasil telaah menunjukkan bahwa ini merupakan kasus yang patut ditangani oleh Ombudsmen, pihaknya tetap profesional, menangani kasus ini hingga tuntas. (MAN)

Most Popular

To Top