Proyek Jalan Tanpa Status – Ambon Ekspres
Trending

Proyek Jalan Tanpa Status

AMBON,AE— Proyek  pembangunan jalan di Jalan Jenderal  Sudirman, Kota Ambon belum  juga tuntas. Belum seluruh badan jalan diperbaiki, hanya separuhnya. Namun, pekerjaan dihentikan. Tidak diketahui pasti alasan penghentian tersebut. Ini membuat kondisi badan jalan tidak rata seluruhnya. Akibatnya, menggangu para pengendara yang melewati jalan tersebut.

Sejumlah warga yang ditemui, mengaku menyayangkan kinerja pihak rekanan yang tidak maksimal dalam mengerjakan proyek tersebut. Sebab, perjalanan mereka terganggu akibat pekerjaan yang belum tuntas. “Kenapa pekerjaan dihentikan. Ini kan jalan yang selalu ramai dengan kendaraan, kalau pekerjaan masih begini, kan mengganggu perjalanan kita. Lihat saja, bagian samping jalan tidak rata, karena belum ditambah aspal. Kita mau lewat, harus hati-hati, takut terpleset. Apalagi ini musim hujan,” tutur warga desa Batu Merah, Rifai Kelian,  Selasa (9/6).

Pantauan Ambon Ekspres, ukuran panjang jalan yang telah diperbaiki sekitar 700 meter  dan  lebar sekitar 5 meter. Namun  pekerjaan yang telah dimulai  dua pekan lalu ini dilakukan  tanpa papan nama proyek di lokasi pekerjaan.

Jalan Jenderal Sudriman merupakan jalan yang   masuk kategori jalan nasional, sehingga pekerjaan, pemeliharaan dan perbaikannya ditangani oleh Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan (BPJJN) Maluku-Maluku Utara.

Namun,  ketika dikonfirmasi, kepala Satuan Kerja (Satker ) I  Wilayah Maluku,  Adrian Laukon, tidak memberikan penjelasan yang rinci,  hanya  mengaku proyek perbaikan jalan tersebut bukan ditangani oleh pihaknya. Dia  mengatakan,  itu  ditangani oleh SKPD terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku.

“Beliau bilang, proyek itu bukan ditangani oleh Balai Jalan, tapi SKPD, Dinas PU Provinsi. Jadi konfirmasi ke sana saja,” ungkap salah satu staf  pada Satker I Wilayah Ambon, mengutip penjelasan kepala Satker I.
Pekerjaan jalan itu masuk komponen  pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional.

Sejumlah staf di Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku membantah penjelasan Satker I BPJJN tentang kewenangan untuk menangani proyek Jalan Jenderal Sudirman. “Kepala Bidang dan kepala seksi lagi berangkat, tapi sebenarnya jalan itu adalah jalan nasional. Selama ini, kan balai jalan yang kerja, bukan kita di sini,” jelas salah satu staf pada Bina Marga, Dinas PU Provinsi Maluku, kemarin.

Sementara berita ini naik cetak, pihak rekanan belum berhasil dikonfirmasi tentang kelanjutan proyek tersebut. Meski pekerjaan dihentikan, namun terlihat masih ada  tiga buah alat berat  yang digunakan dalam memperbaiki jalan tersebut  di lokasi pekerjaan.

Koordinator Mollucas Institute (MI) Asman Poipessy mengemukakan, terhentinya pekerjaan harus didasari alasan yang kuat dan objektif. Sebab, penundaan pekerjaan bisa berakibat terganggunya aktivitas warga. Belum lagi, tentang penggunaan anggaran proyek.

Kalau dihentikan karena sesuai kemampuan anggaran, maka patut dipertanyakan, sebab seharusnya proyek itu tidak dianggarkan dalam dua tahun anggaran. Pemerintah tidak mungkin menyediakan anggaran hanya untuk separuh badan jalan saja.
(MAN)

Most Popular

To Top