Unpatti Laksanakan Pendidikan Inklusif – Ambon Ekspres
GMGM

Unpatti Laksanakan Pendidikan Inklusif

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun 2015 ini Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mulai melaksanakan pendidikan inklusif dengan memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) atau disabilitas untuk dapat melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi tersebut.

Kesempatan tersebut tercermin dengan adanya tujuh peserta seleksi penerimaan mahasiswa baru Unpatti melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) atau seleksi tertulis yang digelar secara sertentak di seluru Indonesia, Selasa (9/6) kemarin.

Menurut Rektor Unpatti Ambon, Prof. Dr. Th. Pentury, tahun ini (2015) Unpatti memberikan kesempatan dan menerima calon mahasiswa yang berkebutuhan khusus, sehingga mereka yang mengalami tuna netra, tuna rungu, tuna daksa, dan sebagainya dapat kuliah di Unpatti Ambon.

“Dari 3.691 Peserta SBMPTN tahun ini terdapat 7 peserta yang berkebutuhan khusus. Kami berharap, mereka bisa lulus seleksi dan bisa kuliah di Unpatti,” ungkap Rektor Unpatti Ambon, Prof. dr. Th. Pentury, saat membuka sampul soal SBMPTN di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP).

Memang, akuinya, ada pembatasan tertentu bagi calon mahasiswa yang mengalami disabilitas. Misalnya penyandang tuna netra akan kesulitan pada beberapa jurusan pada fakultas eksakta, karena mereka akan bermasalah dengan praktikum.

Sehingga mereka mungkin akan diarahkan untuk masuk pada sejumlah jurusan yang ada pada Fakultas Ekonomi, Hukum, FISIP, atau Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Lanjut Pentury, fasilitas menyangkut proses perkuliahan bagi ABK akan disaipkan. “Pada proses perkualiahan, mereka akan dibantu dengan infrastruktur atau peralatan khusus,” ungkapnya.

Sementara Pembantu Rektor I Unpatti, Dr. Muhammad Riadh Uluputty menjamin, tidak kecurangan dalam SBMPTN kali ini sangat kecil karena berbagai antisipasi telah dilakukan terhadap sekitar 300 pengawas.

Kalau pun ada peserta yang berbuat curang dan ketahuan, katanya, seperti menggunakan joki, maka akan langsung dikeluarkan sehingga otomatis dinyatakan gugur.

“Sebelumnya kita telah membekali pengawas dengan teknik-teknik kecurangan yang digunakan. Jadi pengawas akan dapat mengetahui kalau ada yang berbuat curang. Kalau ketahuan, akan langsung dinyatakan gugur,” pungkasnya. (ADI)

Most Popular

To Top