5 Kapal Illegal Ditangkap – Ambon Ekspres
Trending

5 Kapal Illegal Ditangkap

AMBON, AE— Direktorat polisi perairan berhasil mengamankan lima kapal ikan yang masuk secara illegal di perairan Maluku dalam operasi 100 hari kerja. Penangkapan dilakukan  Satgas khusus yang dibentuk Ditpolair Polda Maluku. Sebanyak empat kapal tangkap ikan  tidak memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan Surat Persetujuaan Berlayar (SPB) kapal perikanan.

Demikian disampaikan Wadir Polair Polda Maluku, AKBP Supeno Amir dalam pergelaran analisa dan evaluasi kinerja satgas, kemarin. Kata dia, pada 14 April dilakukan penangkapan dua unit kapal tangkap ikan KMN Cakalang 25 jenis GT-21 dengan barang bukti ikan jenis lalosi sebanyak 750 kg serta KMN Lolosi Jaya Laha GT-4 dengan satu set jaring poncot dan satu unit kompresor.

Penangkapan dilakukan di perairan Buano, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dengan tersangka Roy Ambrosus Suripaty (57).
Selanjutnya pada 26 Mei dilakukan penangkapan terhadap KMN Inka Mina 512 GT-32 di perairan Desa Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dengan tersangka Imran (33). Kemudian pada 2 Juni dilakukan penangkapan terhadap KMN New Ade Lain 01 GT-29 berisi 710 kg ikan di perairan Desa Kawa, Kabupaten SBB dengan tersangka Isral Lestaluhu (40). Dan KMN New Ade Laen 02 GT-28 berserta ikan sebanyak 520 kg dengan dengan nahkoda Ali Tuasalmonny.

“Dari hasil patroli yang kita lakukan, kapal yang kita tangkap ini semua tidak memiliki kelayakan untuk kapal berlayar karena tidak memeliki SIPI dan SPB,” ungkap Supeno di Markas Ditpolair Polda Maluku.

Empat tersangka ini, kata dia, tidak diamankan. Pihaknya hanya mengamankan barang bukti. Namun kasus ini tetap diproses berdasarkan UU Perikanan. “Para tersangka sementara tidak amankan. Namun bukan berarti tidak diproses. Kasus ini tetap kita proses karena mereka berlayar dan melakukan penangkapan tidak memiliki SIPI mapun SPB dan barang bukti ikan sementara kita amankan di coldstorage PPN Ambon,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, pada 3 Juni pihaknya menangkap tiga orang warga yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (bom) di Desa Kawa, Kabupaten SBB. Ketiga orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka masing-masing La Herman alias Herman, La Arman alias Arman dan La Darmin. “Untuk tiga pelaku penangkapan ikan menggunakan bom suda kita amankan. Sementara tiga tersangka berada di Rutan Kelas II Ambon. Barang bukti yang kita amankan 1 unit longboat dan ikan 229 kg,” tandasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan meraka, lanjut Supeno, ketiga pelaku pemboman ikan ini dijerat pasal 1 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951 dan pasal 8 Ayat (1) UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan. “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” kata Supeno.
(ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!