Mahasiswa Demo Pemkot – Ambon Ekspres
Trending

Mahasiswa Demo Pemkot

AMBON, AE— Puluhan mahasiswa Kampus IAIN Ambon kembali  turun  jalan,  memrotes kebijakan penetapan tarif oleh Pemerintah Kota Ambon. Mereka menilai besaran tarif masih memberatkan mahasiswa khususnya jalur Kebun Cengkih dan IAIN. Para mahasiswa ini membawa bendera dan simbol Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Mahasiswa menilai Dinas Perhubungan lemah dalam pengawasan, sehingga sopir angkot mematok  tarif secara illegal. “Ini  perlu  ada sanksi tegas, bila perlu cabut ijin trayek,” teriakan koordinator pendemo Zainudin J. Wadubun, di Bundaran Gong Perdamaian, Rabu (10/6)

Meskipun hanya aksi damai namun dijaga ketat oleh puluhan anggota polisi. Mereka membakar ban bekas di perempatan Pos Kota. Kobaran api dipadamkan pihak kepolisian karena dinilai mengganggu aktivitas lalulintas di Jalan Sultan Hairun. Sebelumnya perang  mulut  antara anggota polisi dan pendemo terjadi. Pendemo tidak menerima sikap polisi yang seakan mengajak mereka baku hantam.Dari Gong Perdamain, para pendemo menuju kantor Wali Kota Ambon. Mereka berorasi sekira pukul 11.00 lewat. Mereka berorasi hampir 1 jam. Dikawal ketat anggota  polisi dan sat Pol PP Kota Ambon.

“Kami  minta  walikota dan dishub agar segera turun menemui kami.  Kalau bukan  karena  lemahnya pengawasan, sopir angkot tidak mungkin  bermain tariff. Jangan sampai ada yang sengaja main dalam penetapan tarif,” ungkap Mardia Malawat.
Menurut mahasiswa, hampir semua angkot Kebun Cengkih dan STAIN menetapkan tarif Rp4 ribu, bukan Rp3.500 untuk umum dan mahasiswa Rp2000. “Apakah mahasiswa juga dikenakan tarif umum,” tanya mahasiswa.

Asisten I Kota Ambon  Jopie Tapalawatin, menemui pendemo. “Keluhan kalian (mahasiswa) akan dibicarakan dengan Dishub  Kota Ambon. Segera akan dicek penetapan tarif diluar apa yang ditetapkan pemerintah,” janjinya kepada pendemo.

Sekretaris Dishub Kota Ambon, A Latuheru kepada koran  ini  mengatakan belum mendapat laporan soal penetapan tarif sepihak oleh sopir angkot. Tindakan tegas akan dilakukan, jika benar ada penetapan tarif diluar apa yang ditetapkan pemerintah. “Ini perlu diberikan sanksi tegas bahkan dicabut ijin trayek sebab sangat merugikan  masyarakat dan mahasiswa maupun siswa,” tegasnya

Lateheru pastikan mulai hari ini (kamis.red) pihaknya  segera  menempel harga tarif disemua mobil agar diketahui baik  oleh pengguna kendaraan maupun para penumpang. “Dan mahasiswa  tetap membayar  Rp 2 ribu dan masyarakat Rp 3.500,” pungkasnya. (AID)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!