Saksi Tambahan Untuk Koruptor Tanah – Ambon Ekspres
Trending

Saksi Tambahan Untuk Koruptor Tanah

AMBON,AE— Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Maluku, masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap dan menuntaskan kasus lahan Politeknik Negeri Ambon. kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan poltek itu, baru terungkap setelah hasil audit investigasi BPKP yang menemukan kerugian negara.

Saat pengadaan lahan tahun 2012  senilai Rp 1,75 milyar seluas 10.000 M2, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dijabat Direktur Poltek Negeri Ambon, Miegsjeglorie V Putuhena. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dijabat Victor Kornelis. Sementara pengadaan lahan tahun 2010 seluas 2.600 M2 yang dibiayai APBN senilai Rp 450 juta, KPA dijabat Verdinand Sekerony, dan Julius Patty sebagai PPK.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan, karena hasil pemeriksaan dari ahli tanah itu sudah ada dan sudah kami terima. Tetapi itu masih kurang sehingga perlu untuk kami lengkapi lagi. Termasuk harus ada pemeriksaan saksi tambahan,”kata Direktur

Reskrimsus Polda Maluku, Komisaris Besar Polisi Budi Wibowo, di Mapolda Maluku kemarin.
Soal saksi tambahan yang akan diperiksa untuk melengkapi hasil dari ahli pertanahan yang telah diperiksa, pria dengan tiga melati dipundaknya itu memilih irit bicara. “Mohon maaf itu bagian dari proses penyidikan. Jadi belum bisa disampaikan dan dibuka lebih jauh ya,”jelasnya.

Disinggung untuk pemeriksaan saksi ahli guna di BAP-kan, Wibowo mengaku, pihaknya belum menjadwalkan hal tersebut, karena masih berkoordinasi dengan pihak saksi ahli sendiri.

“Belum bisa dipastikan itu, karena kita harus gelar dulu dan itu akan dilakukan dalam waktu dekat,” terangnya, sambil menambahkan, saksi yang diperiksa oleh pihaknya hingga saat ini sudah lebih dari lima orang. “Nanti dari hasil pemeriksaan saksi ahli yang belum terjadwal itu, jika sudah diperiksa baru diserahkan lagi ke BPKP untuk bahan audit lanjutan,” pungkasnya.

Koordinator MDV Rizal Sangadji mengatakan, dari beberapa masalah yang melilit Politeknik Negeri Ambon, masalah dugaan korupsi proyek pengadaan lahan tersebut menjadi kasus yang patut dituntaskan secepatnya. Polisi, kata dia harus serius menangani kasus ini.

“Kita melihat polisi masih lamban dalam menangani  kasus ini. Padahal, harus dipercepat. Kan, tidak dibatasi oleh masalah rentang kendali dan sebagainya. Politeknik berada di pulau Ambon, mudah untuk dijangkau bila polisi butuh data pendukung. Kenapa proses hukum jadi lambat seperti ini,” jelas Sangadji, tadi malam. (AHA/MAN)

Most Popular

To Top